SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KENERJA SIMPANG TERHUBUNG BERSINYAL PADA 3 TITIK RUAS JALAN (JL. M.T. HRYONO, JL. MAYJEN PANJAITAN,DAN JL. SOEKARNO HATTA) KOTA MALANG

Achmad Faisol Tanjung

Abstrak


KENERJA SIMPANG TERHUBUNG BERSINYAL PADA 3 TITIK RUAS JALAN (JL. M.T. HRYONO, JL. MAYJEN PANJAITAN,DAN JL. SOEKARNO HATTA) KOTA MALANG

 

 

Ach. Faisol T, Sugiyanto dan Pranoto

Universitas Negeri Malang

 

E-mail: faisol.ft@gmail.com; sugiyanto@yahoo.com;

pranoto32@yahoo.com

 

Abstrak: Kinerja merupakan keadaan untuk mengetahui hasil kerja simpang terhubung bersinyal yang menghubungkan antara satu titik simpang dengan titik simpang lainnya dengan memperhatikan fungsi dan kemampuan pada suatu jaringan jalan. Pertumbuhan penduduk kota Malang yang terus meningkat tiap tahunnya membuat aktivitas di jalan raya semakin padat. Kemacetan yang sering terjadi hampir pada setiap persimpangan khususnya di Jalan M.T. Haryono, Jl. Mayjen Panjaitan, dan Jl. Soekarno Hatta Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis kinerja di masing-masing kaki simpang bersinyal Jalan M.T. Haryono, Jl. Mayjen Panjaitan, dan Jl. Soekarno Hatta Kota Malang. (2) Memberikan alternatif kinerja simpang bersinyal Jalan M.T. Haryono, Jl. Mayjen Panjaitan, dan Jl. Soekarno Hatta Kota Malang. Perhitungan menggunakan metode MKJI 1997 pada masing-masing pendekat di tiga titik ruas jalan. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa derajat kejenuhan (DS) pada tiga titik simpang terhubung bersinyal yang melebihi arus jenuh dengan nilai melebihi 0,85 terletak pada simpang Jl. M.T. Haryono (DS) 0,94 dan Jl. Soekarno Hatta (DS) 0,99. Sedangkan nilai terkecil terletak pada Jl. Mayjen Panjaitan dengan (DS) 0,35. Skenario alternatif untuk mengatasi kejenuhan dilakukan pada simpang yang derajat kejenuhannya melebihi nilai 0,85. Pada Jl. M.T. Haryono dilakukan perbaikan geometri dan optimasi waktu siklus dengan memperpanjang waktu siklus dari waktu siklus awal 81 detik  menjadi 99 detik dan pelebaran jalan. Dengan perubahan siklus maka tingkat pelayanan (LOS) yang semula D menjadi C dengan (DS) 0,77. Sedangkan pada Jl. Soekarno Hatta skenario alternatif dilakukan dengan perbaikan geometri dan optimasi waktu siklus dengan memperpendek waktu siklus dari waktu siklus awal 108 detik  menjadi 99 detik dan pelebaran jalan. Dengan perubahan siklus maka tingkat pelayanan (LOS) yang semula F menjadi D dengan (DS) 0,89.

 

Kata kunci: kinerja, simpang terhubung bersinyal, ruas jalan.