SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EKSPLORASI KUALITAS BATU BATA MERAH DARI BEBERAPA DESA PRODUSEN BATU BATA DI KABUPATEN MOJOKERTO

edwin chrisdian alpiko

Abstrak


ABSTRAK

 

Alpiko, Edwin Chrisdian. 2015. Eksplorasi Kualitas Batu Bata Merah Dari Beberapa Desa Produsen Batu Bata Di Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing:

(I) Dr. Nindyawati, ST, MT., (II)  Drs. Ir. I Wayan Jirna, MT.

Kata kunci: uji kualitas, batu bata, Kabupaten Mojokerto

Batu bata merupakan salah satu material yang paling dicari dalam dunia konstruksi sebagai bahan pengisi. Harga yang murah, perawatan dan penggunaan yang mudah menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumenya. Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu wilayah produsen batu bata yang cukup terkenal di wilayah Jawa Timur, dikarenakan terdapat banyak sentra pembuatan batu bata tradisional.

Penelitian yang akan dilakukan ini bersifat analisa deskriptif  menggunakan batu bata hasil produksi dari beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji kualitas bata meliputi uji tampak fisik, penyerapan air, kecepatan penyerapan air, kadar garam, dan kuat tekan.

Hasil pengujian ukuran dan bobot isi menunjukkan bahwa batu bata di Kabupaten Mojokerto mengacu pada modul 5a dan 5b SNI 15-2049-2000 dengan beberapa penyimpangan. Adanya perbedaan ukuran ini dikarenakan pengrajin menggunakan ukuran yang telah diwariskan secara turun temurun.

Hasil pengujian warna didapatkan bahwa batu bata cenderung berwarna merah kecoklatan, kecuali dari wilayah Sumbertebu yang berwarna kekuningan. Adanya perbedaan warna ini dikarenakan perbedaan jenis tanah yang digunakan dari masing-masing sentra produksi.

Hasil pengujian kesikuan didapatkan hasil yang cukup bagus yakni diatas 80%. Kesikuan batu bata ini cukup penting sebagai acuan dalam pemasangan, jika banyak batu bata yang tidak siku maka pada saat pekerjaan pasanganpun akan kurang baik.

Berdasarkan pengujian ketajaman, keretakan dan rongga, didapatkan hasil yang cukup baik yakni diatas 80%. Batu bata yang memiliki permukaan retak dan banyak rongga di dalamnya akan cenderung tidak kuat apabila diberi beban yang berat.

Berdasarkan pengujian kemampuan penyerapan air, hanya wilayah Ngoro dan Mojotamping saja yang memenuhi standart SNI yakni kurang dari 20%, sedangkan wilayah lain tidak memenuhi. Tingginya kemampuan penyerapan air akan mempengaruhi keawetan dari batu bata, dikarenakan batu bata yang lembab akan mudah lapuk/rapuh.

Berdasarkan pengujian kecepatan penyerapan air, didapatkan hasil yang cukup tinggi pada menit awal yakni 2 - 5%, sehingga pada saat pekerjaan pasangan perlu dilakukan perendaman terlebih dahulu agar air semen tidak habis terserap terlebih dahulu.

Berdasarkan pengujian kadar garam, tidak ditemukan lapisan kristal garam pada produk dari semua sentra produksi. Ini mengindikasikan bahwa bahan yang digunakan untuk membuat batu bata terbebas dari mineral garam. Sehingga batu bata dari wilayah Kabupaten Mojokerto aman digunakan untuk konstruksi.

Berdasarkan pengujian kekuatan tekan, wilayah Mojotamping yang memiliki hasil terbaik 26,49 kg/cm2,  sedangkan yang terendah dari wilayah Sumbertebu dengan hanya 10,46 kg/cm2. Rendahnya kekuatan tekan batu bata ini disebabkan oleh banyaknya rongga yang terdapat di dalam batu bata. Sehingga ketika batu bata dikenai beban yang berat akan cenderung mudah pecah.