SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengendalian Biaya dan Waktu pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Bersama (Gedung B) Universitas Islam Malang dengan Metode Nilai Hasil

Beni Prima

Abstrak


ABSTRAK

 

Prima,Beni. 2015. Pengendalian Biaya dan Waktu pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Bersama (Gedung B) Universitas Islam Malang dengan Metode Nilai Hasil. Pembimbing: (1) Drs. Made Wena, M.Pd.,M.T, (II) Drs. Ir. Sudomo, M.MT.

Kata Kunci: metode nilai hasil, pengendalian biaya, pengendalian waktu, Malang

Metode Nilai hasil merupakan suatu metode pengendalian biaya dan waktu yang dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai status kinerja proyek pada suatu periode pelaporan, memberikan informasi prediksi biaya yang dibutuhkan, memberikan informasi prediksi waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan berdasarkan indikator kinerja saat pelaporan, biaya aktual yang telah diserap suatu pekerjaan, informasi variansi biaya dan jadwal yang mencerminkan adanya under run (lebih cepat dan lebih murah) atau over run (lebih lambat dan lebih mahal).

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis beberapa hal yang mencakup ACWP (Actual Cost Work Performanced), BCWP (Budgeted Cost Work Performanced), BCWS (Budgeted Cost Work Schedule). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Data penelitian yang berupa progres pelaksanaan proyek selama pelaporan. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan dokumentasi secara langsung dengan kontraktor yang bersangkutan dan mengumpulkan data laporan pengawasan dari konsultan pengawas proyek. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, tahap analisis data, serta tahap pembahasan data.

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, biaya pelaksanaan proyek (EAC) yang didapatkan adalah sebesar Rp. 9.028.681.000,00dibanding dengan nilai kontrak sebesar Rp. 8.837.501.000,00. Kedua, waktu penyelesaian proyek mengalami keterlambatan selama 21 hari kalender setelah adanya adendum sehingga total keseluruhan pelaksanaan yang awalnya 272 hari kalender menjadi 293 hari kalender. Ketiga, berdasarkan simpulan pertama dapat diketahui bahwa kontraktor pelaksana mengalami kerugian sebesar Rp. 191.181.000,00