SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Variasi Rasio Tulangan Kolom Terhadap Rasio Simpangan Kolom Maksimum Menggunakan Material Geopolimer Pada Beton Bertulang

LILI NUR INDAHSARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Indahsari, Lili Nur. 2015. Pengaruh Variasi Rasio Tulangan Kolom Terhadap Rasio Simpangan Kolom Maksimum Menggunakan Material Geopolimer Pada Beton Bertulang. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T., (II) Puput Risdanareni, S.T., M.T.

Kata kunci : Rasio Tulangan, Material Geopolimer, Rasio Simpangan.

Kolom menempati sistem yang paling penting dalam konstruksi bangunan, karena kolom berfungsi sebagai pendukung beban-beban dari balok dan pelat untuk diteruskan ke tanah dasar melalui pondasi, oleh karena itu dalam mendesain kolom harus memperhatikan tingkat daktail tulangan dengan rasio tulangan tidak boleh kurang dari 1% dan tidak boleh lebih dari 8%. Pada umumnya kolom terbuat dari material yang menggunakan semen sebagai bahan pengikatnya akan tetapi dalam produksinya semen mengeluarkan gas CO2 yang dapat menimbulkan terjadinya efek rumah kaca, oleh sebab itu mulai diperkenalkan sebuah material alternatif yang ramah lingkungan yaitu geopolimer. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui Berapa nilai rasio simpangan maksimum kolom yang menggunakan semen PC tipe 1 pada rasio tulangan kolom ρ1 ( D8B ) dan ρ2 ( D10B ), (2) Berapa nilai rasio simpangan maksimum kolom yang menggunakan material geopolimer pada rasio tulangan kolom ρ1 ( D8G ) dan ρ2  (D10G), (3) Bagaimana pengaruh pemakaian material geopolimer dan rasio tulangan kolom terhadap nilai rasio simpangan maksimum kolom (4) Berapakah nilai modulus elastisitas beton biasa dan beton geopolimer. (5) Bagaimana pola retak yang terjadi

Hasil rasio simpangan maksimum kolom pada beton biasa ρ1 ( D8B ) berdasarkan teori bakker’s dan mattok’s sebesar 0,51% dan 0,67%. Sedangkan pada ρ2 ( D10B ) sebesar 0,39% dan 0,58%, untuk simpangan yang terjadi pada material geopolimer ρ1 ( D8G ) sebesar 0,38% dan 0,43% ,sedangkan untuk ρ2  (D10G) sebesar 0,23% dan 0,28%. Kuat tekan yang dihasilkan pada beton biasa sebesar 24,41 MPa dan pada beton geopolimer sebesar 31 MPa. Nilai modulus elastisitas beton biasa dan beton geopolimer sebesar 26.473,42 MPa dan 29.398,89 MPa, pola retak yang terjadi pada kolom beton biasa dan beton geopolimer adalah pola retak lentur.