SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA MATERI PERUBAHAN WUJUD ZAT KELAS 7 DI SMP NU HASYIM ASYA'RI MALANG

FEBBY NURWINDA

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurwinda, Febby, 2015. Pengembangan Multimedia Interaktif Mata Pelajaran IPA Materi Perubahan Wujud Zat Kelas 7 di SMP NU HASYIM ASYA’RI Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sulthoni, M.P.d (II) Eka Pramono Adi, SIP, M.Si.

Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Interaktif, Perubahan Wujud Zat

Pembelajaran di kelas dengan metode ceramah dapat membuat persepsi yang berbeda pada setiap daya tangkap siswa. Oleh karena itu, siswa membutuhkan media untuk membantu mereka dalam memahami materi tersebut, yaitu dengan memanfaatkan media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan konsep yang abstrak ke bentuk yang konkrit. Media pembelajaran merupakan suatu perantara yang dapat membantu guru dalam menyampaikan pesan (bahan pembelajaran) kepada siswa, maka dari itu multimedia interaktif diperlukan siswa dalam mempelajari materi perubahan wujud zat agar lebih efektif.

Pengembangan ini bertujuan menghasilkan 1) produk multimedia interaktif yang valid untuk materi perubahan wujud zat, 2) petunjuk pemanfaatan  guru dan siswa untuk multimedia interaktif Mata Pelajaran IPA pada siswa kelas VII di SMP NU Hasyim Asyari Malang.

Penelitian ini menggunakan model pengembangan media pembelajaran Lee, W.W., & Owens, D.L., langkah-langkah pengembangan ini yaitu Analisis kebutuhan, analisis awal-akhir, desain, pengembangandan implementasi,evaluasi. Subjek penelitian dalam validasi pengembangan ini yaitu siswa SMP NU Hasyim Asya’ri Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif. Multimedia pembelajaran interaktif ini divalidasi oleh 1 orang ahli media dan 1 orang ahli materi serta pada ujicoba perorangan sebanyak 1 orang, uji coba kelompok kecil sebanyak 3  orang dan uji coba kelompok besar sebanyak 18 orang, untuk mengetahui hasil belajar siswa oleh audiens sebanyak 44 orang.

Setelah dilakukan metode analisis, hasil validasi multimedia pembelajaran interaktif ini dinyatakan valid dengan hasil perhitungan ahli media didapatkan skor prosentase sebesar 98%, ahli materi sebesar 93,75%, dari ujicoba perseorangan didapat skor prosentase sebesar 92,50%, dari ujicoba kelompok kecil didapat skor prosentase 83,75%, dan ujicoba kelompok besar didapat skor presentase 82,125%. Maka  multimedia interaktif pembelajaran termasuk kualifikasi sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas.

Multimedia interaktif ini dinyatakan efektif, hal ini terbukti dari skor tes hasil belajar, jumlah siswa yang memenuhi KKM (≥ 70) Disarankan untuk pengembang selanjutnya bisa mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif ini lebih menyesuaikan materi dengan waktu ajar, lebih memahami karakter siswa yang akan dilakukan ujicoba, lebih memahami apa yang dibutuhkan di sekolah dalam pembelajaran perubahan wujud zat.