SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Momen - LendutanPada Balok Beton Bertulang Geopolimer

ROHMATULLAH ROHMATTULLAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Balok beton biasa dengan perbandingan rasio bentang geser dengan tinggi efektif (a/d)  banyak digunakan pada dunia konstruksi. Penggunaan material beton biasa yang tidak ramah lingkungan menyebabkan efek gas rumah kaca. Beton geopolimer diperkenalkan sebagai beton ramah lingkungan dengan kuat tekan tinggi. Salah satu solusi untuk mengurangi efek gas rumah kaca adalah menggunakan balok beton geopolimer.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kuat tekan beton geopolimer. (2) untuk mengetahui deformasi balok beton bertulang geopolimer dan balok beton bertulang biasa. (3)  untuk mengetahui hubungan momen - lendutan balok beton bertulang geopolimer dan balok beton bertulang biasa. (4) Untuk mengetahui pola retak balok beton bertulang geopolimer dan balok beton bertulang biasa. (5) Untuk mengetahui pola retak balok beton bertulang geopolimer dan balok beton bertulang biasa.

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental. Data diperoleh dari hasil pengujian 4 buah balok bertulang beton geopolimer dan balok bertulang beton biasa dengan a/d = 1.11 dan 2.24. Deskripsi data hasil pengujian adalah pembacaan beban secara bertahap dari mesin Universal Testing Machine. Hasil pembebanan diperoleh beban maksimum yang mampu diterima oleh balok. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Beton geopolimer memiliki kuat tekan tinggi 26.78% dibanding beton biasa (2) Balok beton bertulang biasa dapat menahan beban yang lebih besar 34.8% dibanding balok bertulang beton geopolimer (3) Balok beton bertulang biasa mengalami momen yang lebih besar 34.9% dibanding balok bertulang beton geopolimer (4) Balok bertulang beton biasa mengalami keruntuhan lentur – geser sedangkan balok bertulang beton geopolimer mengalami keruntuhan lentur murni. (5) Selisih biaya untuk membuat beton geopolimer dengan beton biasa adalah 24.22% dengan benefit mengurangi efek gas rumah kaca sebesar 443%. Jadi penelitian ini membuktikan bahwa balok bertulang beton geopolimer dapat diaplikasikan pada dunia konstruksi.