SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

REKAYASA KEKUATAN GESER PADA SAMBUNGAN PURUS YANG DIPERKUAT BAUT UNTUK MEBEL BAMBU CENDANI

NAILA AIDIL ABAD

Abstrak


ABSTRAK

 

Abad, Naila Aidil. 2015. Rekayasa Kekuatan Geser pada Sambungan Purus yang diperkuat Baut untuk Mebel Bambu Cendani. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Bambang Widarta, M.T. (2) Drs. H. Suparno, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: kekuatan geser, sambungan purus, baut, mebel, dan bambu cendani.

Permasalahan pada produk mebel bambu yang sudah ada selama ini belum memanfaatkan teknologi kontruksi sambungan dengan baik. Sambungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sambungan purus. Dari hasil pengujian yang dilakukan Ade (2012) dan Jenssen (1980 dalam Rayendra, 2010) diketahui bahwa kekuatan geser menunjukkan angka yang terendah. Dengan rekayasa sambungan purus yang diperkuat baut diharapkan dapat meningkatkan kekuatan geser sejajar serat sambungan bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut tanpa ring pada bambu yang ada nodia-nya; (2) kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut dengan ring pada bambu yang ada nodia-nya; (3) kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut tanpa ring pada bambu yang tidak ada nodia-nya; (4) kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut dengan ring pada bambu yang tidak ada nodia-nya; (5) perbedaan kekuatan geser antar kelompok nodia, antar kelompok ring dan antar nodia ring.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen desain faktorial 2X2. Uji hipotesis dilakukan dengan ANOVA dua jalur untuk mengetahui perbedaan kekuatan geser antar kelompok nodia, antar kelompok ring dan antar kelompok nodia ring. Analisis (uji statistik) dilakukan dengan bantuan SPSS 16, dengan taraf signifikansi 0,05.

Hasil penelitian ini menunjukkkan kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut tanpa ring pada bambu yang ada nodia-nya antara 22,79 kg/cm² - 30,59 kg/cm² dengan rata-rata sebesar 25,85 kg/cm², kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut dengan ring pada bambu yang ada nodia-nya antara 14,57 kg/cm² - 21,56 kg/cm² dengan rata-rata sebesar 19,08 kg/cm², kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut tanpa ring pada bambu yang tidak ada nodia-nya antara 19,19 kg/cm² - 21,60 kg/cm² dengan rata-rata sebesar 26,75 kg/cm², kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut dengan ring pada bambu yang tidak ada nodia-nya antara 13,40 kg/cm² - 23,02 kg/cm² dengan rata-rata sebesar 18,00 kg/cm².

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) tidak ada perbedaan yang signifikan antara kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut pada bambu yang ada nodia-nya dengan kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut pada bambu yang tidak ada nodia-nya; (2) ada perbedaan yang signifikan antara kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut memakai ring dengan kekuatan geser sambungan purus yang diperkuat baut tanpa ring dan; (3) tidak ada interaksi antara nodia dengan  ring.