SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw pada Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan pada Siswa Kelas X Paket Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 6 Malang

SETYA AJENG RAHAJENG

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahajeng, Setya Ajeng. 2015. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw pada Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan pada Siswa Kelas X Paket Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.  H. Ahmad Dardiri, M. Pd. (II) Drs. Eko Suwarno, M. Pd.

 

Kata Kunci: jigsaw, hasil belajar

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa serta mengetahui afektifitas penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X Paket Keahlian Bangunan Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 6 Malang pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan.

Desin penelitian ini menggunakan riset tindakan kelas (classroom action research). Tindakan dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dimulai dengan identifikasi permasalahan yang ada didalam kelas, perencanaan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran melalui penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, analisis dan angket refleksi untuk tindakan pada siklus II. Dasar pelaksanaan tindakan kelas ini adalah observasi awal (prasiklus) yang menunjukkan kurang maksimalnya hasil belajar siswa, yaitu rata-rata nilai hasil tes tulis siswa adalah 72,3.

Berdasarkan analisis hasil belajar siswa pada siklus 1 diketahui dari total 37 siswa, sebanyak 9 siswa (24%) memiliki hasil belajar dengan predikat sangat baik, 15 siswa (41%) memiliki hasil belajar dengan predikat baik, 8 siswa (22%) memiliki hasil belajar dengan predikat cukup, 3 siswa (8%) memiliki hasil belajar dengan predikat kurang, dan 2 siswa (5%) memiliki hasil belajar dengan predikat sangat kurang. Ketuntasan klasikal pada siklus 1 belum tercapai, karena akumulasi persentase ketuntasan hanya 65%, sehingga peneliti berkolaborasi dengan guru untuk melanjutkan tindakan menuju siklus 2

.Berdasarkan analisis hasil belajar siswa pada siklus 2 diketahui dari total 37 siswa, sebanyak 11 siswa (30%) memiliki hasil belajar dengan predikat sangat baik, 17 siswa (46%) memiliki hasil belajar dengan predikat baik, 6 siswa (16%) memiliki hasil belajar dengan predikat cukup, 2 siswa (5%) memiliki hasil belajar dengan predikat kurang, dan hanya 1 siswa (3%) yang memiliki hasil belajar dengan predikat sangat kurang. Ketuntasan klasikal pada siklus 2 telah tercapai, karena akumulasi persentase ketuntasan mencapai 76%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswakelas X JurusanTeknikGambarBangunan SMK Negeri 6 Malang TahunPelajaran 2014/2015 dalam pembelajaran konstruksi bangunan.