SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Baja Siku dengan Teknik Dynabolt sebagai Alternatif Perbaikan Balok Beton Bertulang yang Telah Mengalami Beban Puncak

Wahidin .

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahidin.2015. Penggunaan Baja Siku dengan Teknik Dynabolt sebagai Alternatif Perbaikan Balok Beton Bertulang yang Telah Mengalami Beban Puncak. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T. (II) Mohammad Sulton, S.T., M.T.

 

Kata Kunci:balokbetonbertulang, bebanpuncak, bajasiku, dynabolt,

Beban puncak merupakan beban maksimal yang dapat ditahan oleh balok beton sebelum mengalami kerusakan. Menyebabkan timbulnya retakan, dan lendutan yang besar pada balok beton bertulang. Konstruksi bangunan sipil dirancang dengan umur layan tertentu. Jika sebelum umur layan tercapai balok beton sudah mengalami kerusakan. Salah satu solusi adalah melakukan perbaikan menggunakan baja siku dengan pengikat dynabolt.

Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui besarnya beban puncak yang ditahan oleh balok perbaikan, (2) mengetahui lendutan maksimal pada balok beton setelah diperbaiki, (3) bagaimana model grafik momen-kurvatur balok beton setelah diperbaiki, dan (4) mengetahui pola retak pada balok beton setelah diperbaiki. Balok beton bertulang berukuran 15 x 20 x 60 cm, yang telah mengalami beban puncak dengan pembebanan ½L. Diperbaiki dengan tiga ukuran baja siku,yaitu 40.40.4 mm, 50.50.5 mm, dan 60.60.6 mm sepanjang 30 cm di daerah lentur. Menggunakan dynabolt diameter 6 mm, 8 mm, dan 10 mm.

Hasil pengujian menunjukan bahwa, perbaikan menggunakan baja siku 40.40.4 mm. Kekuatan balok meningkat dibandingkan kekuatan balok normal, pada dua buah balok yaitu balok A1B1 sebesar = 10,60 kN, dan A1B2 = 2,00 kN. Perbaikan dengan baja siku 50.50.5 mm, kekuatan meningkat pada satu balok yaitu A2B2 = 8,10 kN.dibandingkan dengan balok normal. Tetapi dua buah balok kekuatannya menurun. Perbaikan menggunakan baja siku 60.60.6 mm, kekuatan balok menurun dibandingkan dengan balok normal. Kekuatan balok perbaikan menurun, karena transfer gaya balok beton pada baja siku tidak terjadi dengan baik. Disebabkan oleh pengikatan dynabolt yang lemah dan lubang beton yang lebih besar dari diameter dynabolt.

Lendutan balok setelah diperbaiki pada daerah lentur, lebih besar dari lendutan balok normal menunjukan kekakuan balok menurun. Pola retak balok perbaikan dengan baja siku 40.40.4 mm, terjadi retak lentur dan lentur geser yang seimbang. Perbaikan dengan baja siku 50.50.5 mm, terjadi retak lentur geser yang dominan. Perbaikan dengan baja siku 60.60.6 mm, terjadi retak lentur yang dominan dan keruntuhan geser pada balok. Kapasitas momen kurvatur balok perbaikan lebih besar pada tiga buah balok. Menunjukan daktilitas balok meningkat. Tetapi momen kurvatur enam buah balok lebih kecil, disebabkan kemampuan balok menahan beban aksial yang kecil dari balok normal.