SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEKUATAN SAMBUNGAN BALOK SOLID - KOLOM KAYU HOLLOW MENGGUNAKAN SAMBUNGAN LIDAH DENGAN PASAK BAMBU

AHMAD RIZKY ARDIANSYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk berbagai keperluan bahan bangunan. Sebagai bahan konstruksi bangunan diperlukan kayu dengan ukuran penampang yang berdiameter besar atau kayu berkualitas tinggi yang biasanya berasal dari hutan alam, maka diperlukan rekayasa kayu, seperti halnya penggunaan kolom kayu hollow. Bangunan yang terbuat dari bahan kayu masih tetap berdiri kokoh paska terjadinya gempa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan sambungan lidah menggunakan pasak bambu bilamana kolomnya hollow.

Benda uji dalam penelitian ini adalah balok dan kolom yang terbuat dari kayu meranti yang dijual dipasaran. Dimensi balok 5 cm x 10 cm dan kolom hollow  9 cm x 9 cm dengan tebal dinding 3,5 cm dan pasak bambu dengan diameter 10 mm dan juga menggunakan lem.Sambungan balok solid - kolom kayu hollow menggunakan sambungan lidah dengan lem (kelompok kontrol). Sambungan balok solid - kolom kayu hollow menggunakan sambungan lidah dengan pasak bambu (kelompok eksperimen). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Struktur Universitas Negeri Malang untuk proses pembuatan kolom hollow, dan di uji di Laboratorium Struktur Universitas Brawijaya Malang.

Nilai kekuatan kelompok kontrol lebih lemah dari pada kelompok eksprimen dimana memiliki prosentase turun sebesar 53,79 % ditinjau dari hasil momen ultimit (Mu). Untuk nilai kekakuan dari kelompok kontrol lebih besar dari pada kelompok eksperimen, pada kekakuan menahan rotasi pada area elastis (kθe) kelompok eksperimen memiliki prosentase turun sebesar 71,43 %. Dan kekakuan menahan rotasi dalam keadaan plastis (kθp) kelompok eksperimen memiliki prosentase turun sebesar 67,98%.  Akan tetapi nilai daktilitas pada kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol,kelompok kontrol memiliki prosentase turun sebesar 15,88 %. Maka kelompok eksperimen lebih daktail dibandingkan kelompok kontrol, yang mana pada kelompok kontrol lebih getas atau kaku.

Sambungan kelompok eksperimen memiliki nilai kekuatan yang lebih baik dari pada kelompok kontrol, begitu pula dengan nilaidaktilitasnya, sambungan lidah menggunakan pasak bambu lebih baik dari pada sambungan yang menggunakan lem.