SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS DAN UJI KEKUATAN MODEL JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE K-TRUSS AKIBAT BEBAN STATIS

Nanda Firsta Perdamenta

Abstrak


ABSTRAK

 

Perdamenta, Nanda Firsta. 2015. Analisis dan Uji Kekuatan Model Jembatan Rangka Baja Tipe K-Truss Akibat Beban Statis. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Ir. Edi Santoso, M.T. (II) Puput Risdanareni, S.T., M.T.

 

Kata kunci:Model Jembatan, K-Truss, Beban Statis.

Indonesia membutuhkan pembangunan jembatan rangka baja yang komprehensif, salah satunya adalah tipe K-Truss yang paling kokoh dibandingkan dengan tipe rangka lain dan masih jarang diterapkan. Kebanyakan penelitian mengenai analisis kekuatan jembatan hanya dilakukan secara analisis teori saja. Untuk mendapatkan hasil akurat dan disertai fakta, penelitian perlu dilakukan secara analisis dan uji model.

Objek penelitian adalah model jembatan rangka baja tipe K-Truss dengan panjang 600 cm, lebar 90 cm dan tinggi maksimal 60 cm dari hasil desain peserta Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) IX. Pembebanan statis dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu pada 1/4L dan 1/2L dengan beban maksimal 8 x 50 kg atau 400 kg. Perhitungan secara analisis mengacu pada metode LRFD dan prosedur pembebanan sesuai dengan buku pedoman KJI IX.

 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwalendutan maksimal pada 1/4L adalah sebesar 1,994 mm (analisis) dan 2,040 (uji model) dengan rerata prosentase perbedaan 1,522% (analisis > uji model). Sedangkan pada 1/2L adalah sebesar 2,927 mm (analisis) dan 3,990 mm (uji model) dengan rerata prosentase perbedaan 20,883% (analisis < uji model). Hubungan beban dan lendutan secara analisis menunjukkan sifat linier, namun secara uji model bersifat non-linier.

Dari hasil analisis faktor yang menyebabkan perbedaan hasil melalui penyelidikan secara visual, didapatkan adanya beberapa eksentrisitas pada pertemuan sumbu profil yang menimbulkan momen dan tegangan sekunder. Selain itu, faktor kinerja sambungan yang tidak sempurna juga turut mempengaruhi. Maka untuk meminimalisasi ketidaksesuaian hasil antara analisis dan uji model dan mengantisipasi adanya faktor kesalahan di atas, penelitian serupa dan untuk desain Kompetisi Jembatan Indonesia berikutnya disarankan untuk menggunakan margin keamanan pada saat perencanaan sebesar 1,20 untuk beban hidup (statis). Besarnya angka ini tidak bersifat mutlak karena kondisi dapat berbeda pada setiap penelitian, namun untuk keamanan angka tersebut dapat digunakan.