SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UJI LENTUR BALOK BETON RINGAN BERBAHAN DASAR ABU TERBANG (FLY ASH)

mochammad Surya Budi Utomo

Abstrak


ABSTRAK

 

Utomo, Mochammad Surya Budi. 2015. Uji Lentur Balok Beton Ringan Berbahan Dasar Abu Terbang (Fly Ash). Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nindyawati, S.T., M.T., (II) Ir. Edi Santoso, M.T.

 

Kata kunci : fly ash, beton ringan, uji lentur balok.

Beton ringan adalah material buatan yang memiliki berat volume yang ringandibandingkan dengan beton normal. Kendala dalam penggunaan beton ringan saat ini adalah material penyusunnya yang semakin berkurang, terutama semen (PC). Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan material yang memiliki sifat seperti semen (PC), maka dipilihlah abu terbang (fly ash) sebagai bahan dasar pembentukbeton ringan.

Saat bencana gempa terjadi, peranan berat sendiri struktur sangatlah berpengaruh.Beton ringan berbahan dasar abu terbang (fly ash) terbukti dapat mengurangi berat dari struktur itu sendiri. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengembangan beton ringan berbahan dasar abu terbang (fly ash) ini, salah satunya dengan meneliti sebagai elemen balok.

Balok beton ringan berbahan dasar abu terbang (fly ash) ini terbuat dari semen (PC), pasir, air, dan abu tebang (fly ash). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas/ kemampuan, hubungan beban dengan lendutan, dan pola retak yang terjadi pada balok beton ringan berbahan dasar abu terbang (fly ash) dengan variasi penggunaan abu terbang (fly ash).Untuk tata cara pengujian lentur mengacu pada ASTM C78-02.

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, hasil uji kuat tekan dan berat volume beton ringan berbahan dasar abu terbang (fly ash) untuk masing-masing variasi adalah 19.02 MPa dan 1652.66 kg/m3untuk kandungan abu terbang (fly ash)10%, 20.09 MPa dan 1697.12 kg/m3 untuk kandungan abu terbang(fly ash)15%, 14.95 MPa dan 1584.91 kg/m3 untuk kandungan abu terbang(fly ash) 20%, 15.17 MPa dan 1567.64 kg/m3 untuk kandungan abu terbang(fly ash) 25%.Hasil tersebut sudah memenuhi standart yang disyaratkan untuk beton ringan kategori struktural. Pada pengujian lentur diperoleh data nilai kapasitas/ kemampuan, lendutan, dan pola retak yang terjadi pada balok beton ringan berbahan dasar abu terbang (fly ash) untuk masing-masing variasi adalah 36.72 kN dan 5.26 mm untuk kandungan abu terbang (fly ash)10%, 28.98 kN dan 4.13 mm untuk kandungan abu terbang(fly ash) 15%, 28.64 kN dan 5.61 mm untuk kandungan abu terbang (fly ash) 20%, 26.78 kN dan 5.48 mm untuk kandungan abu terbang(fly ash) 25%. Secara keseluruhan balok, balok mengalami keruntuhan tarik (under reinforced) terbukti dengan dominannya rusak lentur dari pada rusak geser.

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat dianalisis bahwa yang memiliki kemampuan paling baik adalah balok beton ringan berbahan dasar abu terbang (fly ash) dengan kandungan abu terbang (fly ash)10%, itu sudah dibuktikan dengan hasil dari uji berat volume, kuat tekan, kapasitas, lendutan, dan pola retak yang menunjukkan hasil yang paling baik dari pada yang memiliki kandungan abu terbang (fly ash) 15%, 20%, dan 25%.