SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kekuatan Puntir Balok I (I-Joist) dari Kayu Sengon

Fatmario Agus Pandaki

Abstrak


ABSTRAK

 

Pandaki, Fatmario Agus. 2015.Kekuatan Puntir Balok I (I-Joist) dari Kayu Sengon. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nindyawati S.T., M.T.(II) Drs. Eko Suwarno, M.Ed., M.Pd.

 

Kata kunci: kekuatan puntir, balok I(I-joist), kayu sengon,

Dalam kontruksi bangunan material kayu sudah sejak lama digunakan sebagai bahan strukturmaupun non-struktur dari rumah tinggal sampai bangunan publik. Balok adalah bagian yang penting dalam suatu bangunan, karena itu banyak yang berupaya melakukan rekayasa untuk mendapatkan balok dengan mutu yang baik. Contoh dari balok laminasi adalah balok I atau balok I (I-Joist).Bentuk balok ini seperti huruf “I” yang terdiri dari bagianatas dan bawah arah horizontal yaitu sayap atau flange. Sedangkan bagian tengah arah vertikal yaitu badan atau web. Perilaku torsi pada struktur adalah momen torsi yang bekerja pada suatu komponen struktur balok tepi. Salah satu contoh elemen strukturnya adalah balok tepi (edge beam) yang memikul kanopi. Balok tepi harus dirancang terhadap momen torsi luar rencana total yang disebabkan oleh beban slab, jika tidak demikian maka kemungkinan besar akan terjadi collapss.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui (1) besar kekuatan balok I (I-Joist)dari kayu sengon apabila dibebani puntir dengan variasi panjang balok dan luas penampang yang sama namun ketebalan sayap dan badannya berbeda. (2) pola kerusakan yang terjadi pada balok I (I-Joist) dari kayu sengon apabila  dibebani puntir dengan variasi panjang balok dan luas penampang yang sama namun ketebalan sayap dan badannya berbeda. Penelitian ini adalah penelitian percobaan (eksperimen), teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yaitu data yang didapat dari hasil pengujian pada bab IV, kemudian disajikan dalam grafik.

Hasil dari pengujian sifat fisik sudah memenuhi kadar air untuk kayu kontruksi yaitu 12-16 % dan kadar air keseimbangan untuk daerah Kota Malang yaitu 11-17 %. Untuk berat jenis sudah mencapai berat jenis untuk kayu sengon sebesar 0,33 gr/cm3.

Hasil dari pengujian puntir menunjukkan bahwa variasi balok I.62.62.15.20 paling tinggi momen puntirnya daripada variasi balok yang lain.Berdasarkan analisa perkiraan variasi balok yang memiliki momen puntir paling tinggi yaitu I.67,46.67,46.13.18. Hasil tersebut menunjukkan terjadi penyimpangan data. Disebabkan karena penggunaan bagian kayu antara hati kayu dan kayu gubal yang berbeda-beda. Hasil pengujian puntir menunjukkan bahwa hanya empat buah sampel yang dapat dianalisa pola kerusakaannya. Sedangkan untuk sampel lain yang tidak dapat dianalisa pola kerusakaanya menunjukkan pada saat beban sudah mencapai puncak balok tidak pecah/retak. Penyebabnya adalah arah serat kayu cenderung lebih lurus yang berarti kekuatannya lebih besar daripada arah serat kayu yang miring. Hasil pengujian dengan analisa perkiraan juga menunjukkan perbandingan yang sangat signifikan, karena disebabkan penggunaan alat sambung yaitu sekrup kayu yang terbukti dapat meningkatkan kekuatan puntir balok I (I-Joist) menjadi lebih besar.