SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisa Kualitas Pasir Yang Dipasarkan Sebagai Bahan Campuran Beton Di Kabupaten Nganjuk

Sony Sugiharto

Abstrak


Sugiharto, Sony, 2012, Uji Kotoran Organik, Kadar Lumpur, dan Gradasi Pasir yang Dipasarkan Sebagai Bahan Campuran Beton di Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(I) Drs. Pribadi, S.T., M.T. (II) Drs. Sonny Wedhanto., M.T., M.T.

 

Kata Kunci : Pasir, Nganjuk, Campuran Beton.

 

Pasir mempunyai peran penting dalam menentukan kekuatan dan mutu beton, untuk menghasilkan kualiatas beton yang baik pemilihan bahan pasir menjadi syarat utama. Dalam hal penggunaan pasir untuk bahan beton potensi deposit pasir di Kabupaten Nganjuk sangat besar, akan tetapi sampai saat ini belum diketahui mutu pasir yang digunakan itu. Dalam hal ini mutu yang dimaksud adalah kotoran organik, dan kadar lumpur yang terkandung, serta gradasi pasir yang dipasarkan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kotoran organik, kadar lumpur, dan gradasi pasir yang dipasarkan sebagai bahan campuran beton di Kabupaten Nganjuk.

Rancangan menggunakan penelitian diskrptif; pengambilan sampel dilakukan pada empat tempat penambangan pasir di perbatasan Kabupaten Nganjuk. Sebelah Utara dari Sungai Widas, Selatan dari Sungai Brantas, Timur dari pasir gali, dan Barat dari Sungai Tanjung. Pengolahan data menggunakan persyaratan pasir sebagai campuran beton yang ada di Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971(PBI-1971).

Hasil penelitian dari empat wilayah yang sudah diteliti adalah: (1) Pasir Sungai Brantas yang tidak memenuhi standar kotoran organik, (2) Pasir Sungai Brantas dan Sungai Tanjung memiliki kadar lumpur yang lebih dari 5%, (3) Pasir yang diteliti masuk zona 2; untuk pasir Sungai Brantas dan Sungai Tanjung memiliki butiran yang relatif lebih besar dari Sungai Widas dan pasir gali.

Berdasarkan peneletian yang dilakukan, disarankan: (1) Pasir Sungai Brantas yang tidak memenuhi standar kotoran organik, pasir Sungai Brantas dan Sungai Tanjung memiliki kadar lumpur yang lebih dari 5% tidak cocok untuk digunakan sebagai bahan campuran beton, karena kotoran organik dan kadar lumpur yang banyak pada pasir dapat menurukan mutu beton, (2) Pasir yang diteliti masuk zona 2; untuk pasir Sungai Brantas dan Sungai Tanjung memiliki butiran yang relatif lebih besar dari Sungai Widas dan pasir gali tidak cocok untuk digunakan sebagai bahan campuran beton, karena akan berakibat tidak maksimalnya proses pemadatan, serta terjadinya rongga-rongga udara atau sarang kerikil (honeycomb).