SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan tetes tebu sebagai bahan tambahan campuran aspal beton ditinjau dari nilai parameter Marshall

Andhika Dwi Kurniawan

Abstrak


Lapis Aspal Beton adalah merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler dan aspal keras, yang dicampur, dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu. Pada saat aspal berada pada tahap kehilangan kekuatan sebagai perekat antara butiran agregat, maka kerusakan dini pada campuran-beraspal sangat mungkin terjadi akibat lalu lintas kendaraan yang melewatinya. Bentuk-bentuk kerusakan seperti alur roda, gelombang, retak, pelepasan butiran dan munculnya aspal ke permukaan sangat mungkin terjadi. Adapun upaya untuk meningkatkan sifat-sifat fisik aspal adalah diperlukan penelitian mengenai penggunaan tetes tebu sebagai bahan tambahan campuran aspal beton ditinjau dari nilai parameter marshall. Untuk itu digunakannya tetes tebu sebagai alternatif  untuk meningkatkan sifat-sifat fisik aspal karena kandungan yang terdapat pada tetes tebu memiliki daya pengikat yang relatif cukup mengikat antar agregat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kadar aspal tanpa tetes tebu yang diperlukan dalam campuran aspal sehingga didapatkan nilai Kadar Aspal Optimum campuran aspal beton dan mengetahui persentase kadar tetes tebu yang diperlukan dalam campuran aspal sehingga didapatkan nilai maksimum campuran aspal beton. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perkerasan Jalan Universitas Negeri Malang, dengan mengambil sampel agregat dari daerah Klaseman Kabupaten Malang, aspal keras penetrasi 60/70 dan Tetes Tebu dari Pabrik Gula Kebonagung Kabupaten Malang. Benda uji kontrol (tanpa tetes tebu) masing-masing dibuat 3 buah benda uji dengan kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7%. Benda uji penelitian (dengan tambahan tetes tebu) masing-masing dibuat 3 buah benda uji dengan kadar tetes tebu 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% dari berat aspal maksimum.
Hasil penelitian berdasarkan pengujian diperoleh nilai stabilitas antara 1192.71 kg sampai dengan 934.61 kg, nilai flow antara 2.33 mm sampai dengan 1.87 mm, nilai VIM antara 10.03 % sampai dengan 11.53 %, nilai marshall quotient antara 514.24 kg/mm sampai dengan 487.75 kg/mm dan nilai VMA antara 22.67 % sampai dengan 23.31 %.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah persentase kadar aspal yang diperlukan dalam campuran aspal sehingga didapatkan nilai Kadar Aspal Optimum adalah pada kadar aspal 5,475 %; nilai stabilitas tertinggi dari campuran tetes tebu diperoleh pada kadar tetes tebu  2 %  dengan nilai sebesar 1192.71 kg, nilai Stabilitas campuran aspal terus mengalami penurunan seiring penambahan kadar tetes tebu; nilai Flow tertinggi diperoleh pada kadar tetes tebu 2% dengan nilai flow sebesar 2.33 mm, nilai Flow mengalami perubahan berupa penurunan dan kenaikan tergantung pada kadar tetes tebu yang diberikan; nilai VIM tidak memenuhi syarat untuk Lapisan Aspal Beton untuk lalu lintas berat antara 3% sampai 5%, nilai VIM mengalami perubahan berupa kenaikan dan penurunan tergantung pada kadar tetes tebu yang diberikan; nilai Marshall Quotient  tidak memenuhi syarat untuk Lapisan Aspal Beton untuk lalu lintas berat antara 200kg/mm sampai 350kg/mm, Marshall Quotient mengalami perubahan berupa kenaikan dan penurunan tergantung pada kadar tetes tebu yang diberikan; nilai VMA mengalami perubahan berupa kenaikan dan penurunan tergantung pada kadar tetes tebu yang diberikan.