SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh penggunaan gas bakar dan tekanan gas oksigen las potong bakar tehadap panjang daerah pengaruh panas pada baja ASTM A 283 GR.C

Kurnia Gangga Pradhana

Abstrak


Judul skripsi ini adalah Pengaruh Penggunaan Gas Bakar Dan Tekanan Gas Oksigen Las Potong Bakar Terhadap Panjang Daerah Pengaruh Panas Pada Baja ASTM A 283 Gr.C. Permasalahan yang diangkat adalah perbedaan panjang daerah pengaruh panas baja ASTM A 283 Gr.C. yang menggunakan gas bakar asetilin dan LPG serta tekanan oksigen berbeda.
Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Boma Bisma Indra-SAS Pasuruan pada tanggal 20 Mei 2008 dengan alat las potong semi otomatis Tanaka KT-5NX. Kemudian dilakukan uji mikro pada tanggal 21 Mei 2008 dengan mikroskop digital di Laboratorium Uji Material Universitas Brawijaya. Analisis hasil penelitian yang digunakan Two way Anova dengan taraf signifikansi 0,05.
Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah gas bakar asetilin dan LPG, sedangkan variabel terikatnya adalah panjang daerah pengaruh panas. Kondisi las potong adalah menggunakan gas bakar asetilin dan LPG. Sedangkan variasi tekanan oksigen yang digunakan adalah: tekanan 3 kg/cm2, 3,5 kg/cm2, dan 4 kg/cm2. Baja yang digunakan dalam pengambilan data adalah jenis baja ASTM A 283 Gr.C.
Dari semua data hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan gas bakar LPG pemotongan akan menghasilkan daerah pengaruh panas yang pendek dibanding dengan menggunakan gas bakar asetilin serta tekanan oksigen normal agar pembakaran berlangsung normal. Saran yang dapat diberikan bagi pengguna las potong bakar adalah menggunakan gas bakar yang sesuai yakni LPG daripada asetilin  karena gas bakar LPG menghasilkan daerah pengaruh panas relatif lebih kecil sehingga meminimalkan kerusakan pada pengerjaan dan harganya yang lebih murah, serta bagi peneliti yang lain agar meneruskan penelitian ini dengan judul yang sama dengan variabel dan instrumen yang berbeda. Bagi pemerintah hendaknya mampu membuat proyek penelitian yang menghasilkan bahan bakar alternatif dengan sifat ekonomis tinggi dan panas rendah sehingga pemanasan global dapat dicegah sesuai dengan program yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.