SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Eceng Gondok (Water Hyacinth) dengan Penambahan Nanopartikel Cangkang Telur (Egg Shell).

Muhammad Ulum

Abstrak


 

RINGKASAN

 

Ulum, Muhammad. 2019. Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Eceng Gondok (Water Hyacinth) dengan Penambahan Nanopartikel Cangkang Telur (Egg Shell). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Sukarni, M.T.  

 

Kata Kunci: eceng gondok, cangkang telur, energi terbarukan, pembakaran, thermogravimetric analysis.

Eceng gondok (water hyacinth) merupakan jenis tumbuhan air yang dapat berkembang biak secara cepat dan dianggap sebagai hama di perairan. Eceng gondok (EG) disebut tumbuhan ligno-selulosa yang berpotensi sebagai bahan bakar terbarukan karena kandungan lignin, selulosa dan hemiselulosa. Cangkang Telur (egg shell) berfungsi sebagai pelindung embrio dan sumber nutrisi karena kandungan Ca yang tinggi. Kandungan kalsium karbonat pada cangkang telur (ES) dapat digunakan sebagai katalis.

 

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi eceng gondok dengan penambahan nanopartikel cangkang telur 1%, 3% dan 5% dengan heating rate 10, 20, 30 dan 40°C/min dan flow rate 50mL sebagai sumber energi terbarukan. Uji thermogravimetric analysis (TGA) digunakan sebagai tahap awal pengujian yang kemudian data hasil TGA diolah untuk mengetahui dekomposisi pembakaran, energi aktivasi, orde reaksi, parameter termodinamika dan efektivitas katalis.

 

Nilai energi aktivasi didapatkan dengan metode FWO, Starink dan Vyazovkin dengan nilai paling efektif pada campuran eceng gondok 99% : 1% cangkang telur sebesar 163,57kJ/mol, 66,89kJ/mol dan 68,06 kJ/mol. Nilai orde reaksi didapatkan menggunakan metode Avrami dengan nilai rata-rata terbesar yang dihasilkan pada campuran ES I 100% dengan nilai 1,59. Nilai parameter termodinamika meliputi A, ΔH, ΔS dan ΔG didapatkan hasil rata-rata dengan range nilai secara berurutan A 1.6103x1014  5.4192x1043 s-1, ΔH 158,9987 – 223,4327kJ/mol, ΔS -0,07964 – 0,154541kJ/mol dan ΔG 137,4503 – 281,416kJ/mol. Nilai efektivitas katalis pada penambahan 1, 3 dan 5% ES menghasilkan nilai 112,274kJ/mol, 116,799kJ/mol dan 148,37kJ/mol sehingga campuran 1% dan 3% ES pada campuran lebih dominan memberikan efek sebagai katalis.