SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Unbalans Impeller terhadap Efisiensi dan Lifetime Mesin melalui Vibration Analyzer

Sandy Kasananta

Abstrak


ABSTRAK

 

Kasananta, Sandy. 2019. Pengaruh Unbalans Impeller terhadap Efisiensi dan Lifetime Mesin melalui Vibration Analyzer. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono M.Pd. (2) Drs. Solichin, S.T., M.Kes

Kata Kunci: Unbalans, Impeller, Efisiensi, Lifetime Mesin, Vibration Analyzer.

 

            Kondisi suatu mesin dalam perindustrian harus selalu dipantau, terutama pada mesin yang bekerja terus menerus tanpa henti. Getaran merupakan faktor utama yang sering digunakan untuk memaparkan kondisi dari suatu mesin secara keseluruhan, baik itu lifetime mesin ataupun efisiensi mesin. Getaran tersebut dapat terdeteksi oleh alat vibration analyzer. Kerusakan yang sering terjadi pada mesin berputar adalah terjadinya ketidakseimbangan akibat kondisi impeller yang tidak stabil. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi unbalans impeller pada suatu mesin mainfan.

            Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data di PT. Kutai Timber Indonesia selama 4 bulan berturut turut yaitu 2 bulan pada saat mesin sedang mengalami kondisi unbalance dan 2 bulan setelah dilakukan balancing. Lifetime dihitung menggunakan data vibrasi dibandingkan dengan ISO 10816-3. Efisiensi dihitung dengan membandingkan ampere motor pada saat pemeriksaan dengan spesifikasi mesin mainfan 131 yang diteliti.

            Penelitian yang telah dilakukan ini menghasilkan beberapa kesimpulan, diantaranya: (1) pada pertama pemeriksaan nilai lifetime mesin 76,7% dengan efisiensi 64,36% dan menurun ke angka 69,4 % pada lifetime dengan efisiensi 45,95% pada pemeriksaan bulan ke 2. (2) Pada pemeriksaan bulan ketiga (bulan pertama setelah balancing) lifetime mesin meningkat pada angka 82,8% dengan efisiensi 88,89% dan pada bulan ke empat kembali mengalami penurunan ke angka 75,5% untuk lifetime dan 81,11% pada nilai efisiensinya.