SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kerja Bangku Siswa Kelas X-1 SMKN 1Turen

Putra Rayzal Nur Aditya

Abstrak


ABSTRAK

Putra, Rayzal Nur Aditya. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kerja Bangku Siswa Kelas X-1 SMKN 1Turen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Basuki M.Pd., (II) Agus Suyetno, S.Pd., M.Pd.

Kata kunci: Group Investigation, aktivitas, hasil belajar.

Kurikulum KTSP dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi wilayah dan karakteristik peserta didik. Di dalam KTSP diuraikan secara jelas mengenai tujuan pembelajaran MESIN yaitu menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada peserta didik untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik menjelajahi dan memahami lingkunan kerja sekitar secara menyeluruh dan diharapkan menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan lingkungan sekitar serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian pada kenyataannya guru masih mengalami kesulitan dalam mewujudkan tujuan KTSP yang sebenarnya. Berdasarkan observasi, guru cenderung mengunakan metode ceramah dan text book oriented dalam membelajarkan siswa. Guru kurang memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mempelajari MESIN. Hasil observasi yang dilakukan di kelas X-1 SMKN 1 Turen diketahui bahwa pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas aktivitas siswa tidak terakomodasi dengan baik. Banyak siswa yang bercanda dan bermain ponsel selama proses pembelajaran. Selain itu soal tes yang diberikan kepada siswa masih bersifat hafalan dan hanya mengakomodasi tingkatan berpikir pengetahuan, pemahaman dan penerapan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan mengenai kurangnya aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMKN 1 Turen. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI). Melalui penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Kerja Bangku siswa kelas X-1 di SMKN 1 Turen.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas X-1 semester genap tahun ajaran 2018-2019 SMKN 1 Turen yang berjumlah 33 siswa, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa serta data pendukung berupa aktivitas guru dan catatan lapangan. Aktivitas belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada ranah afektif menurut taksonomi Bloom sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada tiap akhir siklus serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal tes, lembar observasi aktivitas siswa dan guru, dan catatan lapangan, jurnal belajar, dan lembar penilaian antar teman.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Kerja Bangku siswa kelas X-1 SMKN 1 Turen. Peningkatan aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa secara klasikal dari 76,13% pada siklus I menjadi 82,50% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui melalui peningkatan persentase hasil belajar pada masing-masing tingkat kognitif pada siklus I dan siklus II. Pada tingkat kognitif C2 mengalami peningkatan sebesar 15,6%, pada tingkat kognitif C3 meningkat sebesar 2,3%, pada tingkat kognitif C4 meningkat sebesar 2,6%, dan tingkat kognitif C5 meningkat sebesar 2,8%, sedangkan pada tingkat kognitif C1 dan C6 tidak mengalami peningkatan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar juga ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 72,4% kemudian meningkat menjadi 86,2% pada siklus II.