SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Perbedaan Minat Siswa SD Daerah Terpencil dan Kota Di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo Terhadap Pelajaran Pendidikan Jasmani Tahun Ajaran 2009/2010.

REO PRASETIYO HERPANDIKA

Abstrak


ABSTRAK

 Herpandika, Reo. P. 2010. Survei Perbedaan Minat Siswa SD Daerah Terpencil dan Kota Di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo Terhadap Pelajaran Pendidikan Jasmani Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan  FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sulistyorini, M.Pd., (2) Drs. Sapto Adi, M.Kes.

 

Kata kunci: minat, siswa, terpencil, kota, pendidikan jasmani.

 

Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan sehingga pendidikan jasmani mempunyai arti yang cukup representatif dalam mengembangkan manusia dalam persiapannya menuju manusia seutuhnya.

Kota Kecamatan Jatibanteng memiliki beberapa Sekolah Dasar unggulan. Masing-masing Sekolah Dasar memiliki sarana dan prasarana yang memadai dalam berbagai bidang pendidikan khususnya pendidikan jasmani, selain memiliki siswa yang berprestasi dan guru yang berkompeten, juga didukung dari wali murid yang sangat berpengaruh pada terhadap kemajuan sekolah, sedangkan di daerah terpencil ada beberapa Sekolah Dasar yang memiliki sarana dan prasarana pendidikan khususnya pendidikan jasmani sangat kurang. Halaman sekolah yang sempit, kinerja guru yang kurang maksimal, serta dukungan wali murid terhadap kemajuan sekolah yang sangat kurang, maka hal tersebut menghambat proses belajar mengajar dalam pendidikan jasmani.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat siswa SD daerah Terpencil di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010, tingkat minat siswa SD daerah Kota di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010 dan mengkaji perbedaan antara tingkat minat siswa SD daerah Terpencil dan tingkat minat siswa SD Daerah Kota di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 SD  Daerah Terpencil, yaitu SDN 1 Curahsuri dan SDN 2 Patemon dan SD Daerah Kota, yaitu SDN 1 Jatibanteng dan SDN 2 Jatibanteng di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo yang berjumlah 110 siswa dari 2 SD terpencil dan 196 siswa dari 2 SD Kota Kecamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat minat sisiwa SD Daerah Terpencil di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010 adalah 73,53 berada pada rentang skor 70,4 – 79,1 yang menyatakan bahwa tingkat minat sisiwa SD Daerah Terpencil di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010 termasuk kategori tinggi. Rata-rata tingkat minat sisiwa SD Daerah Kota di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010 adalah 72,34 berada pada rentang skor 70,4–79,1 yang menyatakan bahwa tingkat minat sisiwa SD Daerah Kota di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010 termasuk kategori sangat tinggi. Hasil uji-t menunjukkan thit = 0,753 < ttab (α=0,05) =1,992, dengan demikian hipotesa nol diterima, yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat minat  siswa SD Daerah Terpencil dan siswa SD Daerah Kota di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010 secara keseluruhan tetapi, dari pembahasan data pada setiap indikator terdapat beberapa perbedaan minat siswa SD Daerah Terpencil dan Kota di Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pelajaran pendidikan jasmani tahun ajaran 2009/2010. Bagi pihak sekolah juga ikut dalam usaha peningkatan minat siswa dengan cara memperhatikan sarana prasarana yang tersedia serta peningkatan kualitas guru pendidikan jasmani agar menjadi suri teladan bagi anak didik sehingga benar-benar dapat ditiru dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.