SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Logam Paduan AlSi Pasir Gunung Bromo dengan Variasi Bentonit Sebagai Pengikat Dengan Metode Sand Casting

Putra Sibro Mulis Yanu

Abstrak


ABSTRAK

Putra, Sibro Mulis Yanu. Analisis Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Logam Paduan AlSi Pasir Gunung Bromo dengan Variasi Bentonit Sebagai Pengikat Dengan Metode Sand Casting. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M. T., (II) Dr. Widiyanti , M.Pd.

Kata Kunci : Pasir gunung Bromo, Struktur Mikro, Kekerasan, Kekuatan Tarik dan AlSi hasil cor.

Pada era modern ini logam merupakan suatu jenis material yang tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan teknologi dan kehidupan manusia. Logam mempunyai jenis bermacam-macam, salah satunya adalah Alumunium Silikon (AlSi). Cara untuk membuat/mencetak logam AlSi yaitu dengan pengecoran logam. Pengecoran logam merupakan penuangan logam cair kedalam cetakan yang sudah dibentuk menggunakan spesimen yang diinginkan. Pengecoran logam pada umunya menggunakan pasir untuk membuat cetakan, tapi jenis pasir cetak yang digunakan dapat mempengaruhi hasil dari coran. Maka dari itu peneliti menggunakan pasir dari gunung Bromo yang memiliki unsur kandungan yang berbeda dengan yang lain. Tujuan penelitan ini yakni untuk memudahkan industri cor yang berada disekitar gunung Bromo terhadap hasil coran mengenai kekerasan, kekuatan tarik dan strktur mikro.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode kuantitatif dan tergolong desain One-shot Case Study dimana apabila ada suatu kelompok dilakukan perlakuan dan diobservasi hasil.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, telah diperoleh beberapa nilai yakni nilai kekerasan yang paling tinggi diperoleh pada komposisi campuran bentonit 5% dengan nilai rata-rata 69,3 HV. Nilai kekerasan tinggi disebabkan oleh logam yang memiliki pendinginan cepat dan desain cetakan. Untuk nilai kekuatan tarik spesimen dengan komposisi campuran bentonit 15% memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi dengan rata-rata 145,5 Mpa. Hal tersebut dikarenakan pada spesimen lainnya terjadi cacat porositas pada logam hasil cor. Dari hasil foto struktur mikro dijelaskan logam yang memiliki butiran paling kecil yakni terdapat pada komposisi campuran 5% bentonit. Hal tersebut sesuai dengan teori, sedangkan untuk spesimen dengan komposisi 10% bentonit memiliki cacat porositas yang lebih besar dibandingkan dengan spesimen lain. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil uji tarik dimana spesimen dengan komposisi campuran bentonit 10% memiliki kekuatan tarik yang rendah.