SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS KOMPOSISI CAMPURAN BRICK POWDER SEBAGAI MEDIA CETAKAN TERHADAP HASIL PENGECORAN Al-Si

Saputra Welsan Ega

Abstrak


RINGKASAN

Saputra, Welsan Ega. 2019. Analisis Komposisi Campuran Brick Powder Sebagai Media Cetakan Terhadap Hasil Pengecoran Al-Si. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Duwi Leksono Edy, S.Pd., M.Pd.

Kata kunci: Brick Powder, Al-Si, Cacat Coran, Struktur Mikro, dan Kekerasan.

Proses pengecoran logam memerlukan cetakan untuk media pengecoran logam. Cetakan pasir adalah elemen yang peting pada proses pengecoran, karena logam yang bagus belum tentu menghasilkan coran yang bagus, melainkan juga dipengaruhi oleh kualitas cetakan. Pada prosesnya pembuatan cetakan bisa menggunakan unsur lain selain pasir yaitu melakukan opsi penggunaan media cetakan selain pasir dengan menggunakan serbuk bata atau brick powder untuk media pengecoran logam menggantikan pasir karena brick powder mempunyai karakteristik tahan api (refractory) dan memiliki sifat bentuk yang baik.

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan brick powder guna memanfaatkan serbuk batu bata sebagai media cetakan pengecoran serta untuk menambah opsi fungsi dari brick powder dikarenakan pembuatan bangunan sudah mulai beralih menggunakan bata yang terbuat dari semen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode one-shot case study.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, hasil analisis cacat coran yang terjadi pada hasil pengecoran logam Al-Si menggunakan cetakan komposisi brick powder 87%, 82% dan 77% semua terjadi cacat penyinteran yang disebabkan oleh proses pemadatan pada cetakan brick powder yang kurang. Juga terdapat cacat rongga udara yang terjadi di semua spesimen. Rongga udara disebabkan cetakan terlalu banyak menimbulkan gas. Cacat lubang jarum juga terjadi di setiap spesimen. Pada hasil pengamatan struktur mikro porositas terjadi pada hasil coran Al-Si di setiap komposisi cetakan brick powder. Namun pada hasil foto mikro coran Al-Si menggunakan cetakan komposisi brick powder 77% porositas lebih banyak terjadi. Penyebaran struktur butir pada hasil foto mikro coran Al-Si menggunakan cetakan komposisi brick powder 87% lebih merata dan memiliki ukuran butir yang kecil. Sedangkan pada hasil foto mikro coran Al-Si menggunakan cetakan komposisi brick powder 82% penyebaran struktur butir merata dan memiliki ukuran butir yang bervariasi. Pada hasil foto mikro coran Al-Si menggunakan cetakan komposisi brick powder 77% penyebaran struktur butir tidak merata dan ukuran butir bervariasi. Nilai kekerasan tertinggi terdapat pada hasil coran Al-Si menggunakan cetakan komposisi brick powder 87% dengan pengikat bentonit 5% dengan nilai kekerasan 70,3 HV. Sedangkan nilai kekerasan terendah terdapat pada hasil coran Al-Si menggunakan cetakan komposisi brick powder 77% dengan pengikat bentonit 15% dengan nilai kekerasan 59,3 HV. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan semakin bertambahnya kadar bentonit pada cetakan maka nilai kekerasan hasil coran Al-Si akan menurun.