SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Variasi Kuat Arus Pengelasan MIG (Metal Inert Gas) terhadap Distribusi Kekerasan dan Kekuatan Impact Baja St 37 Hasil Proses Pack Carburizing

Muhamad Arif Noviyanto

Abstrak


Penerapan pengelasan pada carburized steelyang sering digunakan sebagai material elemen transmisi sangat potensial digunakan sebagai pengganti sambungan baut dengan tujuan untuk mengurangi berat kendaraan sehingga dapat menurunkan konsumsi bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi arus pengelasan MIG terhadap distribusi kekerasan dan kekuatan impactpada baja yang mengalami proses pack carburizing.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental eksploratif pada objek penelitian berupa sambungan las baja St 37 yang melalui pack carburizingdan pengelasan MIG dengan variasi kuat arus pengelasan sebesar 120, 140 dan 160 A. Data hasil penelitian didapatkan melalui pengamatan struktur mikro, uji distribusi kekerasan, dan uji kekuatan impactdengan menggunakan mikroskop optik, microvickers dan charpy impact.

Dengan menggunakan arus pengelasan yang lebih tinggi, maka ukuran butir pada HAZ lebih besar. Pada daerah logam induk dan logam las ukuran butir paling besar terjadi di arus 140 A. Melalui pengujian kekerasan dengan microvickers, distribusi kekerasan yang paling homogen terjadi pada variasi arus 140 A, jika dibandingkan dengan arus pengelasan yang lain, dibuktikan dengandistribusi kekerasan yang paling meratapada 10 titik pengujian sepanjang cross-section pengelasan.Di sisi lain, distribusi yang paling heterogen terjadi pada arus 160 A, yang ditunjukkan oleh perbedaan nilai kekerasan yang lebih tinggi antar titik jika dibandingkam dengan penggunaan arus pengelasan lain.Berdasarkan hasil pengujiancharpy impact dapat dilihat bahwa kekuatan impact yang paling tinggi terdapat pada arus 140 A dengan nilai harga impak 0,524 J/mm2.Selain itu daerah getas pada patahan spesimen tersebut secara visual tampak lebih sempit jika dibandingkan spesimen yang lain yang menunjukkan sifat patahan lebih ulet sehingga memiliki nilai harga impact tinggi dibandingkan spesimen lainnya. Fenomena-fenomena tersebut dipengaruhi oleh temperatur pengelasan dan gaya pengadukan (lorentz force) yang berbeda pada variasi arus yang berbeda, dimana nilai optimal didapatkan pada arus pengelasan 140 A.