SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kompetensi Guru Program KeahlianOtomotifdalamPelaksanaanKegiatanPembelajaran di SMK PGRI 3 Malang.

Amin Defri Syuhadha

Abstrak


RINGKASAN

Amin, Defri Syuhadha, 2019. Kompetensi Guru Program Keahlian Otomotif dalam Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (2) Drs. Sumarli, M.Pd, M.T.

Kata Kunci: kompetensi guru, pelaksanaan pembelajaran

Kompetensi merupakan suatu bentuk kriteria atau spesifikasi khusus yang harus dimiliki oleh setiap guru sebagai bentuk gambaran kinerja dan alat ukur terhadap kinerja guru selama melaksanakan tugasnya. Di SMK PGRI3 Malang, guru dihadapkan dengan diizinkannya penggunaan tablet oleh para siswa di dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Serta kondisi lingkungan belajar bercampur dengan kelas lain dalam satu ruangan bengkel.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi guru program keahlian otomotif dalam pelaksanaan kegiatann pembelajaran di SMK PGRI 3 Malang. Hal ini dapat ditinjau dari :

(1) RPP Guru;

(2) Pelaksanaan Pembelajaran;

(3) Evaluasi dan penilaian; dan

(4) Kondisi lingkungan dan fasilitas pendukung. Dalam penelitian ini dilakukan analisis menggunakan statistic deskriptif melalui penggunaan skala likert.

Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan pengumpulan data berupa lembar penilaian yang akan memunculkan skor pada masing-masing. Data yang telah terkumpul kemudian dirubah kedalam bentuk skala likert keperluan analisis secara kuantitatif. Melalui data yang terdapat pada skala tersebut kita membuat bentuk deskripsi dari hasil penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa kompetensi kelompok guru program keahlian otomotif di SMK PGRI 3 Malang cukup baik. Namun terdapat beberapa faktor yang perlu dibenahi seperti kondisi ruang kelas dan fasilitas siswa dan sarana pendukung kegiatan pembelajaran. Sehingga akan mewujudkan terciptanya kegiatan pembelajaran yang lebih ideal.

 

Hasil penelitian menunjukkan banyaknya skor yang rendah dalam beberapa data. Hal ini karena banyaknya ketidak sesuaian antara pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi di dalam kelas dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Pengaruh terbesar yang menjadi pemicu banyaknya kekurangan skor adalah kondisi ruang belajar para siswa dan lingkungan belajarnya.