SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Manajemen Bengkel pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

SUKMA HASYA RISQU QUDUS AGDI

Abstrak


ABSTRAK

Sukma, Hasya Risqu Qudus Agdi. 2019. Penerapan Manajemen Bengkel pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd., (2) Drs. Paryono, S.T., M.T.

Kata Kunci: Pendidikan Kejuruan, SMK, Manajemen Bengkel, Bengkel

Pendidikan mempunyai peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena pendidikan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pendidikan kejuruan peserta didik diajarkan pembelajaran teori dan pembelajaran praktik. Pembelajaran teori maupun praktik dapat dilakukan di bengkel SMK. Bengkel SMK merupakan sarana pembelajaran yang memiliki tujuan untuk mengembangkan keahlian siswa sesuai program keahlian yang dipilih. Isi dari bengkel adalah alat-alat penunjang pembelajaran untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang handal dan berkompeten. Dalam upaya melaksanakan pembelajaran di bengkel, pihak pengurus bengkel melakukan manajemen. Manajemen yang dipakai adalah manajemen bengkel yang sesuai dengan program keahlian agar tercipta suatu sistem yang sistematis. Untuk itu, manajemen diterapkan oleh pihak pengurus bengkel untuk mengatur segala hal berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian yang menggunakan metode ini bertujuan untuk memaparkan data dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi serta memberikan gambaran umum tentang proses pelaksanaan manajemen bengkel di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif yang didapatkan data dari hasil temuan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi data. Dari hasil pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi data dapat digambarkan tentang proses pelaksanaan manajemen bengkel di bengkel yang ada di Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

Hasil dari penelitian ini diketahui:

(1) Perencanaan Manajemen Bengkel yang ada di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung dilakukan secara sistematis yaitu sesuai dengan hakikat perencanaan yang ada di manajemen dengan merencanakan kebutuhan alat, bahan, dan sarana, kemudian menjadwalkan penggunaan ruang praktik yang ada di bengkel, penjadwalan pengurus untuk monitoring pelaksanaan rencana di bengkel, penjadwalan perawatan alat. Untuk perencaanaan struktur organisasi dilakukan oleh kaprogli didampingi PSDM.

(2) Pengorganisasian Manajemen Bengkel di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten  Tulungagung meliputi pembagian tugas dan wewenang terhadap semua pengurus di bengkel, penginventarisan alat, bahan, dan sarana, dan pengaturan bengkel yaitu: tata letak, penataan alat, pembagian ruang praktik, dan penggunaan alat.

(3) Pelaksanaan Manajemen Bengkel di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif SMK Negeri 3 Boyolangu masih terdapat kekurangan pada sisi pemanfaatan sarana yang ada, Proses pembelajaran berjalan dengan lancar namun terkendala sempitnya area praktik dan alat yang belum memenuhi kuantitas dalam praktik. Pemberian motivasi oleh kaprogli dilakukan melalui perbincangan santai maupun pada saat evaluasi bengkel.

(4) Evaluasi Manajemen Bengkel di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung dilakukan untuk menilai kinerja pengurus pada setiap satu tahun dan standar yang digunakan mengikuti DAPODIK, kurikulum yang berlaku, ISO yang diterapkan, dan pengawasan terhadap kinerja pengurus bengkel dilakukan pihak kurikulum dengan melalui beberapa standar. Pengawasan pada bengkel melalui pengamatan secara langsung atau pendampingan pada saat praktik.