SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penambahan Zat Additif Minyak Atsiri Norrival Drag pada Pertalite Terhadap Daya Mesin dan Emisi Gas Buang pada Putaran Tinggi pada Motor Honda Vario 125

Ghamam A. Fahmi Kasyful

Abstrak


ABSTRAK

Ghamam, A. Fahmi Kasyful. 2019. Perbedaan Penambahan Zat Additif Minyak Atsiri pada Pertalite Terhadap Daya Mesin dan Emisi Gas Buang pada Putaran Tinggi Mesin Sepeda Motor Honda Vario 125. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Paryono, S.T., M.T, (II) Erwin Komara Mindarta, Spd. M.Pd

Kata kunci: Zat Additit, Minyak Atsiri, Pertalite, Daya Mesin, Emisi Gas Buang.

Penambahan zat additif minyak atsiri pada pertalite pada Honda Vario 125 bertujuan untuk meningkatkan daya mesin dan mengurangi polusi udara pada motor Honda Vario 125. Tujuan Penelitian ini adalah

(1) mengetahui perbedaan daya mesin sepeda motor yang tidak menggunakan zat additif minyak atsiri dan yang menggunakan tambahan minyak atsiri pada pertalite

(2) mengetahui perbedaan emisi gas buang (CO) sepeda motor yang tidak menggunakan zat additif minyak atsiri dan yang menggunakan tambahan minyak atsiri pada pertalite

(3) mengetahui perbedaan emisi gas buang (HC) sepeda motor yang tidak menggunakan zat additif minyak atsiri dan yang menggunakan tambahan minyak atsiri pada pertalite.

Lokasi Penelitian ini yaitu di bengkel resmi Honda  Ahass Asia Motor untuk daya mesin dan di dinas perhubungan Kabupaten Pamekasan untuk emisi gas buang. Penelitian ini termasuk dalam jenis eksperimental ( Experiment). Dalam penelitian ini variabel bebas yaitu jenis minyak atsiri norrival drag dan variabel terikat yaitu daya mesin dan emisi gas buang pada putaran tinggi yaitu dari 3000 rpm – 9000 rpm untuk daya mesin dan 3000 rpm – 7000 rpm suntuk emisi gas buang. Sedangkan variabel kontrol adalah variabel yang harus dikontrol supaya tidak terpengaruh ke variabel lainnya yaitu mesin standart pabrikan,  temperatur kerja mesin 80o sampai 90o dan bahan bakar pertalite. Ketiga variabel tersebut menjadi acuan (instrument) dalam proses pengambilan data. Setelah data dikumpulkan kemudian kemudian diedit dan dicoding sesuai petunjuk. Kemudian, dihitung dengan menggunakan analisis statistik parametris dengan metode one way anova yang dibantu oleh aplikasi IBM SPSS.

Hasil yang didapat pada daya mesin terdapat perbedaan hasil pada pertalite murni dan penambahan minyak atsiri namun tidak signifikan, pertalite murni (5,630972 Hp), pertalite + 0,07ml (6,12338615 Hp), pertalite + 0,14ml (6,9698708 Hp), pertalite + 0,21ml (6,85041608 Hp). Hasil yang didapat Pada emisi gas buang Karbon monoksida (CO) ada perbedaan yang signifikan antara pertalite murni dan penambahan minyak atsri, pertalite murni (0,37 %vol), pertalite + 0,07ml (0,67 %vol), pertalite + 0,14ml (0,29 %vol), pertalite + 0,21ml (0,43 %vol). Hasil yang didapat Pada emisi gas buang Hidrokarbon (HC) ada perbedaan yang signifikan antara pertalite murni dan penambahan minyak atsri, pertalite murni (219,78 ppm), pertalite + 0,07ml (259 ppm), pertalite + 0,14ml (225 ppm), pertalite + 0,21ml (167,11 ppm). Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan minyak atsiri yang berbeda, jumlah volume yang berbeda, dan menggunakan mesin yang berbeda.