SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kesesuaian Pelaksamaam Kompetensi Bidang Produktif di Sekolah dengan Kompetensi Industri untuk Praktik Kerja Lapangan Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 10 Malang

PERTIWI MADYAH ARUM SEKAR

Abstrak


RINGKASAN

Pertiwi, Madyah Arum Sekar. 2019. Kesesuaian Pelaksamaam Kompetensi Bidang Produktif di Sekolah dengan Kompetensi Industri untuk  Praktik Kerja Lapangan Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 10 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi M.Pd., (2) Drs. Partono M.Pd

Kata Kunci: Kesesuaian, PKL, Kompetensi di Sekolah, Kompetensi, Sekolah, Industri

Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) masih banyak permasalahan yang terjadi salah satunya adalah  keterbatasan waktu yang dimiliki sekolah untuk mengajarkan materi sebagai persiapan sebelum PKL.  Sekolah Menengah Kejuruan menggunakan kurikulum 2013 revisi sebagai acauan dalam pelaksanaan pembelajaran dan di Industri tempat siswa melaksanakan PKL menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) dalam pelaksanaan servis kendaraan pelanggan. PKL bertujuan agar siswa memiliki gambaran tentang dunia industri sehingga siswa dapat mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di SMKN 10 serta dilaksankan di 3 industri yaitu bengkel resmi  antara lain Mitsubishi, Toyota Kartika Sari, Serta Suzuki UMC. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru, siswa PKL, serta karyawan di industri. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, angket (kuisioner), dan wawancara. Selanjutnya pengolahan data penelitian dilakukan secara deksriptif kuantitatif.

Penelitian ini menggunakan 4 macam responden yaitu siswa, guru, siswa PKL, serta karyawan industri. Penelitian di sekolah menggunakan acuan kurikulum 2013 revisi serta SKKNI kemudian menghasilkan presentase yang menunjukkan pelaksanaan kompetensi di sekolah dan dunia industri.

Dalam Penelitin ini diperoleh hasil:

(1) terdapat 55 kompetensi yang dilakukan di industri mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) dan 3 kompetensi mempunyai presentase rendah karena merupakan Order Pekerjaan Luar (OPL) atau dilakukan oleh vendor yang bekerjasama dengan bengkel tersebut. Hal tersebut juga beriringan dengan sedikitnya intensitas diajarkan kompetensi di sekolah sesuai dengan bengkel industry;

(2) terdapat 96 kompetensi di sekolah yang sesuai dengan 50 kompetensi yang dilakukan di bengkel servis. Selain itu terdapat pula 4 kompetensi yang dilakukan di bengkel servis tetapi tidak tercantum dalam kurikulum 2013 revisi yaitu kompetensi memperbaiki sistem peringatan, memperbaiki system pengendalian elektronik penggerak empat roda, memperbaiki turbo engine, serta melaksanakan komunikasi di tempat kerja.

Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti mengajukan saran:

(1) pihak sekolah perlu mengajarkan kompetensi yang dilakukan di industri untuk mempersiapkan siswa sebelum PKL;

(2) siswa perlu mengetahui prosedur kerja di industri untuk meminimalisir kesalahan ketika melaksanakan PKL serta perlu mempunyai inisiatif saat melaksanakan pekerjaan servis.

 

SUMMARY

Pertiwi, Madyah Arum Sekar. 2019. Suitability Implementation of Productive  Competencies in Schools with Industrial Competencies for Work Practices Through Students of SMKN 10 Malang. Undergraduate Thesis, Departement of Mechanical Engineering Faculty of Engineering. State University of Malang. Supervisor: (1) Dr. Syarif Suhartadi M.Pd., (2) Drs. Partono M.Pd

Keywords : Suitability, Work Practices, Competence Schools, Competence  Industry

In the implementation of Work Practices  there are still many problems that occur, one of which is the limited time that the school has to teach competence carried out in the industry as preparation.

Vocational High Schools use the 2013 curriculum revision as a reference in the implementation of learning and in the Industry where students carry out Work Practices using SKKNI in the implementation of customer vehicle service.  Work Practices aim for students to have an idea of the industrial world so that students can prepare themselves to enter the workforce.

This research is a quantitative descriptive study carried out at Vocational High School 10 and implemented in 3 industries namely official workshops, including Mitsubishi, Toyota Kartika Sari, and Suzuki UMC. The data sources in this study are students, teachers,work practice students, and employees in the industry. Methods of collecting data using observation, documentation, questionnaires, and interviews. And then, the research data processing is carried out in quantitative descriptive.

This study uses 4 kind of respondents that is students, teachers, Work Practices students, and industrial employees. Research in schools uses a reference to the 2013 curriculum revision and SKKNI then generates a percentage that shows the implementation of competencies in schools and in the industrial.

Research Results Conformity between Productive Competencies in Schools with Industrial Competencies for the Implementation of Work Practices in Automotive Students of SMK 10 Malang are as follows:

(1) there are 55 competencies carried out in industry referring to SKKNI and 3 competence has a low percentage because it is an Overseas Work Order (OPL) or carried out by a vendor in collaboration with the workshop;

(2) there are 96 competencies in the school that are in accordance with 50 competencies carried out in the service workshop. In addition there are also 4 competencies carried out in service workshops but are not listed in the revised 2013 curriculum, namely the competence to improve the warning system, improve the four wheel drive electronic control system, improve the turbo engine, and carry out communication in the workplace.

From the results of the research conducted, the researchers proposed:

(1) the school needs to teach competencies in the industry to prepare students before carry out work practice;

 

(2) students need to know work procedures in the industry to minimize errors when carry out work practice and need to have initiatives when carrying out service work.