SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Pelaksanaan Teaching Factory SMK di Kota Malang (Studi Multi Kasus)

RENITA

Abstrak


RINGKASAN

Renita. 2019. Studi Tentang Pelaksanaan Teaching Factory SMK di Kota Malang (Studi Multi Kasus). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Purnomo, S.T., M.Pd., (II) Dr. Widiyanti, M.Pd.

Kata Kunci: teaching factory, industri, SMK.

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat diserap langsung oleh lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesesuaian kemampuan lulusan di bidang keahlian masing-masing adalah dengan mengeluarkan peraturan untuk penerapan teaching factory di SMK. Hal ini selaras dengan Kepres Tahun 2014 yang berbunyi SMK membangun teaching factory di lingkungan SMK dengan teknologi terkini.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana teaching factory terlaksana di SMK se Kota Malang. Dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan teaching factory SMK di Kota Malang.

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran, Ketua Program Keahlian, Tata Usaha, serta Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perencanaan proses pelaksanaan teaching factory SMK di Kota Malang dilakukan dengan mempersiapkan sumber daya manusia yaitu peserta didik dan pendidik, mempersiapkan industri yang akan dijadikan mitra kerja sama, serta mempersiapkan sarana dan prasarana yang menunjang terlaksananya teaching factory. Kedua, teaching factory di Kota Malang telah terlaksana di dua belas SMK, sedangkan dua puluh SMK lainnya belum melaksanakan teaching factory. Ketiga, faktor pendukung dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja yaitu sekolah memperoleh dukungan penuh dari industri. Faktor penghambat yang mendasar adalah beberapa peserta didik belum maksimal dalam proses pelaksanaan teaching factory. Cara mengatasi hal tersebut adalah dengan pendampingan secara langsung dari pihak industri dan SMK untuk memantau kerja peserta didik selama kegiatan pembelajaran.

Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu:

(1) Bagi SMK yang telah melaksanakan teaching factory disarankan untuk menambah link industri sebagai mitra kerja serta melakukan seleksi peserta didik yang mengikuti kelas teaching factory agar pelaksanaan teaching factory lebih kondusif;

(2) Bagi SMK yang belum melaksanakan teaching factory disarankan untuk menjalin hubungan dengan SMK yang bisa dijadikan rujukan terkait pelaksanaan teaching factory serta mengajukan bimtek kepada industri yang hendak dijadikan mitra kerja sama.