SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping dan Motivasi Belajar terhadap Keaktifan Proses Pembelajaran dan Tingkat Pemahaman Materi Sistem Pemindah Tenaga Di SMK

Riko Dwiki Pratama

Abstrak


Proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah model pembelajaran dan motivasi belajar. Banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan di SMK, namun yang terpenting model pembelajaran tersebut harus dapat membuat siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (Student Centered Learning/SCL).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiris perbedaan dan interaksi antara penerapan model pembelajaran mind mapping (mind mapping silabus dan mind mapping bab) dan motivasi belajar (tinggi dan rendah) terhadap keaktifan proses pembelajaran dan tingkat pemahaman materi sistem pemindah tenaga di SMK.Model pembelajaran mind mapping merupakan model pembelajaran yang menggunakan mind map dengan sebuah kertas manila yang dibuat berdasarkan kreativitas siswa, kemudian hasil dari mind map tersebut didiskusikan dalam kelas dengan presentasi dan tanya jawab. Motivasi belajar merupakan daya penggerak dalam diri siswa yang mendukung siswa untuk bekerja giat, semangat belajar, dan antusias yang tinggi untuk mencapai hasil yang optimal. Keaktifan proses pembelajaran merupakan aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas, baik berupa aktivitas fisik maupun mental. Pemahaman merupakan kemampuan siswa dalam mengkontruksi dan mencerna materi dalam proses pembelajaran. Sistem pemindah tenaga merupakan materi yang terdapat dalam matapelajaran pemeliharaan sasis dan pemindah tenaga di SMK.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Penelitian ini di lakukan di SMKN 10 Malang dan SMK Nasional Malang dan sampel penelitian sebanyak 86 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan observasi. Penelitian ini menggunakan analisis MANOVA.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran mind mapping dan motivasi belajar terhadap keaktifan proses pembelajaran dan tingkat pemahaman materi kompetensi dasar clutch system di SMK, baik pada SMK Negeri 10 Malang dan SMK Nasional Malang, karena nilai signifikansi yang didapatkan < 0,05.

 

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keaktifan proses pembelajaran dan tingkat pemahaman materi yang terbaik pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah adalah siswa yang dikenai dengan model pembelajaran mind mapping bab pada SMKN 10 Malang dengan nilai rata-rata sebesar 77,86. Sementara pada SMK Nasional Malang, keaktifan proses pembelajaran dan tingkat pemahaman materi yang terbaik pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah adalah siswa yang dikenai dengan model pembelajaran mind mapping silabus dengan nilai rata-rata sebesar 78,82.