SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Tekanan dan Ukuran Pasir pada Proses Sand Blasting dengan Menggunakan Media Pasir Lumajang terhadap Hasil Kekasaran dan Laju Korosi Permukaan Baja AISI 304

Sarmaman Tito

Abstrak


ABSTRAK

Sarmaman, Tito. 2019. Pengaruh Tekanan dan Ukuran Pasir pada Proses Sand Blasting dengan Menggunakan Media Pasir Lumajang terhadap Hasil Kekasaran dan Laju Korosi Permukaan Baja AISI 304. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aminnudin, S.T., M.T, (II) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T.

Kata Kunci : sandblasting, pasir Lumajang, AISI 304, kekasaran, korosi

Teknik sandblasting merupakan suatu teknik yang menggunakan udara bercampur dengan abrasif (pasir) bertekanan tinggi yang ditembakkan pada permukaan material benda uji dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran atau material-material yang menempel seperti karat, cat, garam, dan oli. Media abrasif atau pasir yang biasa digunakan adalah pasir silika atau yang dikenal sebagai pasir kuarsa, namun penggunaan pasir kuarsa sebagai bahan abrasif sangat berbahaya karena pasir ini memiliki unsur penyusun kimia SiO2 berupa kristal silika yang dapat menyebabkan silikosis bagi operator blasting. Media abrasif lain yang dapat digunakan dalam proses sandblasting  adalah pasir copper slag, pasir garnet dan steel grit. Berdasarkan ketiga media abrasif tersebut memang yang paling umum digunakan adalah pasir silika, akan tetapi pasir tersebut mengandung unsur kimia SiO2, silikon dioksida dapat mengakibatkan penyakit silikosis bagi operator dikemudian hari, maka pemanfaatan pasir lokal yang mana dalam hal ini menggunakan pasir Lumajang sebagai media abrasif dalam proses blasting

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh variasi tekanan terhadap hasil kekasaran pada permukaan dari baja AISI 304. (2) pengaruh variasi ukuran pasir terhadap hasil kekasaran pada permukaan dari baja AISI 304. (3) pengaruh variasi tekanan terhadap hasil laju korosi pada permukaan dari baja AISI 304. (4) pengaruh variasi ukuran pasir terhadap hasil laju korosi pada permukaan dari baja AISI 304 dengan beberapa variasi parameter yaitu tekanan 4; 4,4; 4,7 bar serta dengan ukuran pasir mesh 40, 60, dan 80, benda uji menggunakan baja AISI 304 dan pengujian dilakukan menggunakan surface roughness test Mitutoyo SJ 301 dan cairan korosif HCl 1.5 M dengan lama perendaman 2 minggu.

Hasil penelitian ini menunjukkan:

(1) Tekanan berpengaruh terhadap hasil kekasaran dari permukaan benda uji, nilai kekasaran terendah terjadi pada tekanan 4 bar yaitu 1,01 μm, sedangkan nilai kekasaran tertinggi terjadi pada tekanan 4,7 bar yaitu 1,94 μm

(2) Perbedaan ukuran pasir berpengaruh terhadap hasil kekasaran benda uji, nilai terendah terjadi pada ukuran mesh 80 yaitu 1,01 μm, sedangkan nilai kekasaran tertinggi terjadi pada ukuran mesh 40 yaitu 1,94 μm

(3) Tekanan mempengaruhi nilai laju korosi, nilai terendah terjadi pada tekanan 4 bar yaitu 0,3931 mpy, sedangkan yang tertinggi terjadi pada tekanan 4,7 bar yaitu 0,6818 mpy.

(4) Perbedaan ukuran pasir mempengaruhi nilai laju korosi, nilai terendah terjadi pada ukuran mesh 80 yaitu 0,3931 mpy, sedangkan yang tertinggi terjadi pada ukuran mesh 40 bar yaitu 0,6818 mpy.

 

ABSTRACT

Sarmaman, Tito. 2019. The Effect of Pressure and Sand Size on the Sand Blasting Process Using Lumajang Sand Media on Surface Roughness and Corrosion Rate of AISI 304. Undergraduate Thesis. Department of Machine Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Aminnudin, S.T., M.T, (II) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T.

Keyword : sandblasting, Lumajang sand, AISI 304, roughness, corrosion

The sandblasting is a technique using air mixed with high-pressure abrasive (sand) which is blasted on the surface of the materials for removing impurities such as rust, paint, salt, and oil. Abrasive media or sand commonly used is silica sand or known as quartz sand, however it is very dangerous because this sand has a chemical constituent of SiO2 in the form of silica crystals which can cause silicosis for blasting operators. Other abrasive medias that can be used in the sandblasting process are copper slag sand, garnet sand and steel grit. therefore, the local sand in form of Lumajang sand is very potential as an abrasive medium replacement in blasting process.

This study aims to determine the effect of pressure and sand size variation on the surface roughness and corrosion rate of the AISI 304. The pressure variation of 4; 4.4; 4.7 bar and with the size of 40, 60 and 80 of mesh sands, were used in this experiment. The tests were done using Mitutoyo SJ 301 surface roughness tester and 1.5 M HCl corrosive liquid with 2 weeks immersion time for the corrosion analysis.

The results of this study indicate that the pressure affects the roughness results from the surface of the test object, where the lowest roughness value occurs at 4 bar pressure with the Ra of 1.01 μm, while the highest roughness value occurs at 4.7 bar pressure with the Ra of 1.94 μm. The sand size affects the roughness of the test object, where the lowest value occurs at 80 mesh size with the Ra of 1.01 μm, while the highest roughness value occurs at 40 mesh size with the Ra of 1.94 μm. On the other hand, the pressure affects the corrosion rate, where the lowest value occurs at a pressure of 4 bar with the corrosion rate of 0.3931 mpy, while the highest is at a pressure of 4.7 bar with the corrosion rate of 0.6818 mpy. The sand size affects the value of the corrosion rate, where the lowest value occurs in the mesh size of 80 with the corrosion rate of 0.3931 mpy, while the highest occurs in the mesh size of 40 bar with the corrosion rate of 0.6818 mpy.