SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Aplikasi Bahan (Tembaga, Kuningan, Dan Besi) Sebagai Housing NTC Terhadap Sensitivitas Resistance Pada Sensor Engine Coolant Temperature (ECT)

Kurniawan Mohamad Aziz

Abstrak


RINGKASAN

Kurniawan, Mohamad Aziz. 2019. Aplikasi Bahan (Tembaga, Kuningan, Dan Besi) Sebagai Housing NTC Terhadap Sensitivitas Resistance Pada Sensor Engine Coolant Temperature (ECT). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T.

Kata Kunci: Tembaga, Kuningan, Besi, Engine Coolant Temperature (ECT), NTC, Sensitivitas Resistance.

Pada lingkup pendidikan masih kurangnya sumber belajar khususnya dalam bidang vokasi, sehingga transformasi sumber literatur perkembangan dunia otomotif yang dipublikasi masih kurang, khususnya sebagai referensi dalam melakukan riset pembuatan komponen atau part pada unit kendaraan secara akurat. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara kepada sejumlah mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang menunjukan keberadaan sumber literatur di lingkup pengetahuan otomotif saat ini kurang memadahi dalam memfasilitasi pendukung riset dalam pengetahuan dasar dan analisis bahan yang berbeda baik digunakan untuk pembuatan sparepart dan khususnya terkait sensitivitas resistance sensor Engine Coolant Temperature (ECT) pada kendaraan yang menggunakan mesin dengan teknologi Elektronic Fuel Injection (EFI). Salah satu alternatif dengan adanya kurang memadahi fasilitas sumber literatur terkait analisis kandungan bahan yang berbeda pada sensor Engine Coolant Temperature (ECT), maka digunakan aplikasi bahan tembaga, kuningan, dan besi sebagai housing NTC terhadap sensitivitas resistance pada sensor Engine Coolant Temperature (ECT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sensitivitas resistance antara bahan tembaga, bahan kuningan dan bahan besi sebagai housing NTC pada sensor engine coolant temperature (ECT).

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis bahan housing NTC pada sensor engine coolant temperature (ECT), sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah sensitivitas resistance. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap suhu yang diuji yaitu 300C sampai 970C dengan tahap kenaikan 100C, kecuali 900C sampai 970C. Uji hipotesis dilakukan menggunakan metode statistik parametrik One-way Anova dengan uji prasyarat berupa uji homogenitas dan uji normalitas data menggunakan Kolmogorov Smirnov Test.

Berdasarkan hasil penelitian, pada pengujian dengan waktu 4 detik adanya perbedaan antara sensor engine coolant temperature yang menggunakan housing NTC berbahan tembaga, kuningan dan besi dengan rasio perbedaan menunjukan angka (tembaga yaitu 0,3 ; kuningan yaitu 0,8 ; besi yaitu 1,2). Pengujian dengan waktu 4 detik pada keseluruhan bahan setiap kenaikan suhu terjadi penurunan perbedaan grafik sensor terhadap grafik NTC, sehingga pada kenaikan suhu  terjadi peningkatan sensitivitas resistansi dan tidak ada penurunan sensitivitas resistansinya. Pada suhu 970C terjadi peningkatan resistansi dikarenakan suhu pengujian melebihi dari suhu yang telah ditentukan. Berdasarkan waktu pengujian 4 detik tersebut sensor Engine Coolant Temperature (ECT) dengan housing NTC berbahan tembaga menunjukan hasil dengan tingkat sensitivitas resistansi tertinggi, sedangkan yang menggunakan bahan kuningan memiliki sensitivitas resistansi bibawah yang menggunakan bahan tembaga dan diatas yang menggunakan bahan besi, sedangkan bahan housing NTC dari besi paling terendah tingkat sensitivitas resistansinya. Namun, dilihat berdasarkan perbedaan grafik sensor Engine Coolant Temperature dengan grafik standar NTC menunjukan grafik yang sangat berbeda, hal ini disebabkan adanya perbedaan waktu pengujian antara NTC yaitu 13 detik dengan waktu pengujian sensor Engine Coolant Temperature yaitu 4 detik.

 

SUMMARY

Kurniawan, Mohamad Aziz. 2019. Application of Materials (Copper, Brass, and Iron) As NTC Housing Against Sensitivity Resistance to Engine Coolant Temperature (ECT) Sensors. Thesis, Mechanical Engineering Depaterment, Faculty Of Engineering, State University Of Malang. Advistors: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T.

Keywords: Copper, Brass, Iron, Engine Coolant Temperature (ECT), NTC,  Resistance Sensitivity.

In the scope of education there is still a lack of learning resources, especially in the vocational field, so that the transformation of literary sources in the development of the automotive world is still lacking, especially as a reference in researching the making of components or parts in vehicle units accurately. This is in line with the results of interviews with a number of students in the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang, who showed that the existence of literary sources in the scope of automotive knowledge is not adequate in facilitating research support in basic knowledge and analysis of different materials both used for making spare parts and specifically related Sensor Coolant Temperature (ECT) sensor sensitivity in vehicles using engines with Electronic Fuel Injection (EFI) technology. One alternative is the lack of adequate facilities in the literature related to the analysis of different material content in the Engine Coolant Temperature (ECT) sensor, the application of copper, brass and iron as NTC housing to the resistance sensitivity of the Engine Coolant Temperature (ECT) sensor. This study aims to determine the difference in resistance sensitivity between copper, brass and iron materials as NTC housing on the engine coolant temperature (ECT) sensor.

This research was conducted using the experimental method. The independent variable in this study is the type of NTC housing material on the sensor engine coolant temperature (ECT), while the dependent variable in this study is resistance sensitivity. Data retrieval was carried out 3 times at each temperature tested, namely 300C to 970C with increasing stages of 100C, except 900C to 970C. Hypothesis testing is done using the parametric One-way Anova statistical method with a prerequisite test in the form of homogeneity test and normality test of data using the Kolmogorov Smirnov Test.

 

Based on the results of the study, in testing with a time of 4 seconds there is a difference between engine coolant temperature sensors that use the housing of NTC made of copper, brass and iron with a difference ratio showing numbers (copper is 0.3; brass is 0.8; iron is 1.2 ) Testing with a time of 4 seconds on all materials for each temperature increase has decreased the difference in sensor graphs to the NTC chart, so that the temperature increase has increased resistance sensitivity and there is no decrease in the sensitivity of resistance. At 970C there is an increase in resistance because the test temperature exceeds the specified temperature. Based on the 4 second test time, the Engine Coolant Temperature (ECT) sensor with housing NTC made from copper showed the highest level of resistance sensitivity, while those using brass materials had under resistance sensitivity using copper material and above using iron material, while the NTC housing material of iron the lowest level of resistance sensitivity. However, judging by the differences in the sensor graphics of the Coolant Temperature Engine with NTC standard charts showing very different graphs, this is due to the difference in testing time between NTC which is 13 seconds with the Coolant Temperature Engine testing time of 4 seconds.