SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PENGGUNAAN PRESSURE AIR SYSTEM SEBAGAI PENGGANTI FUEL PUMP DAN PENGGUNAAN FUEL PUMP STANDART TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG CO DAN HC PADA ENGINE TIPE DOHC 150 CC INJEKSI

Setiadi Rio

Abstrak


RINGKASAN

Setiadi, Rio. 2019. Perbedaan Penggunaan Pressure Air System Sebagai Pengganti Fuel Pump Dan Penggunaan Fuel Pump Standart Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang CO Dan HC Pada Engine Tipe DOHC 150 CC Injeksi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Drs. Paryono , S. T , M. T., (II) Windra Irdianto , S. Pd., M.Pd.

Kata Kunci: pressure air system, fuel pump standart, konsumi bahan bakar, emisi gas buang Co dan HC, DOHC 150 CC injeksi.

Polusi udara yang ada saat ini 70-80% disumbang oleh kendaraan bermotor dengan tipe penggerak mesin torak pembakaran dalam yang mana polusi udara tersebut merupakan emisi gas buang kendaraan yang keluar karena tidak sempurnanya proses pembakaran yang ada di dalam ruang bakar engine, tidak dapat dihindari pada kenyataannya transportasi yang ada saat ini adalah kendaraan dengan tipe mesin torak pembakaran dalam yang merupakan penyumbang polusi udara terbesar. Selain permasalahan tersebut transportasi yang ada saat ini rata-rata menggunakan bahan bakar fosil yang mana jumlahnya hanya berkisar 3,7 milyar barel pada tahun 2008 dengan produksi 0,36 milyar barel pertahun, untuk menjaga persediaan bahan bakar fosil tersebut harus diciptakannya bahan bakar jenis baru atau harus menciptakan sebuah inovasi/alternatif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang mana salah satunya adalah dengan merubah sistem pompa bahan bakar dengan pressure air system.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara penggunaan “fuel pump standart” dan “pressure air system” terhadap emisi gas buang HC dan CO dan juga terhadap konsumsi bahan bakar pada mesin tipe DOHC 150 CC dengan sistem injeksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian true-eksperimental dengan desain posttest-only control group design.variabel bebas pada penelitian ini adalah pressure air system dan fuel pump standart dengan variabel terikat emisi gas buang CO dan HC dan konsumsi bahan bakar. Pengambilan data dilakukan sebanyak 5 kali setiap putaran mesin 2000 rpm – 5000 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Uji hipotesis alternatif menggunakan metode statistik parametrik paired sample T-test dengan uji prasyarat uji normalitas data menggunakan Kolmogorov Smirnov pada SPSS V20.

Berdarkan hasil penelitian, pressure air system mengkonsumsi bahan bakar lebih sedikit pada putaran mesin 2000 rpm – 3500 rpm, mengeluarkan emisi gas buang HC lebih sedikit pada putaran mesin 2000 rpm – 3000 rpm, dan mengeluarkan emisi gas buang CO lebih sedikit pada putaran mesin 2000 rpm – 2500 rpm. Dengan hasil tersebut pada analisis data menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan pressure air system dan fuel pump standart sehingga dapat dikatakan bahwa pressure air system dapat digunakan untuk menggantikan fuel pump standart. Untuk peneliti yang ingin mengem-bangkan penelitian ini sangat disarankan untuk meneliti pada kenaikan bahan bakar dan mapping ECU untuk menjawab bentuk grafik yang ada. 

 

SUMMARY

Setiadi, Rio. 2019. The Difference in Using a Pressure Air System as a Substitute for a Fuel Pump and the use of a Standard Fuel Pump on the Consumption of Fuel and Emissions of CO and HC Exhaust Gases in the DOHC 150 CC Injection Engine Type. Thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Malang State University. Advisor: (1) Drs. Paryono , S. T , M. T., (II) Windra Irdianto , S. Pd., M.Pd.

Keywords: pressure air system, fuel pump standart, fuel consumption, exhaust emissions CO and HC, DOHC 150 CC injection.

Current air pollution 70-80% is contributed by motorized vehicles with a type of internal combustion engine drive where air pollution is the vehicle exhaust emissions due to incomplete combustion processes inside the engine combustion chamber, unavoidable in in fact the current transportation is a vehicle with a type of internal combustion engine which is the biggest contributor to air pollution. In addition to these problems, the existing transportation uses fossil fuels on average, of which the amount is only around 3.7 billion barrels in 2008 with the production of 0.36 billion barrels per year, to maintain the supply of fossil fuels, new types of fuel must be created or must create an innovation/alternative to reduce fuel consumption and exhaust emissions which one of them is to change the fuel pump system with a pressure air system.

This research aims to determine the difference between the use of a “standard fuel pump” and a “pressure air system” on exhaust emissions of HC and CO and also on fuel consumption on a type DOHC 150 CC engine with an injection system. This research was conducted using true-experimental research methods with posttest-only control group design. The independent variables in this research were standard pressure water systems and fuel pump standart with the dependent variable exhaust emissions CO and HC and fuel consumption. Data retrieval is done 5 times each engine speed 2000 rpm-5000 rpm with an increase of 500 rpm. The alternative hypothesis test uses the parametric paired sample T-test statistical method with a prerequisite test for data normality test using Kolmogorov Smirnov on SPSS V20.

Based on the results of the research, the water pressure system consumes less fuel at engine speed 2000 rpm - 3500 rpm, emits less HC gas emissions at engine speed 2000 rpm - 3000 rpm, and emits less CO gas emissions at 2000 rpm - 2500 rpm. With these results in the data analysis states that there is no significant difference between the use of pressure air system and standard fuel pump so that it can be said that the pressure air system can be used to replace the standard fuel pump. For researchers who want to develop this study it is strongly recommended to examine the increase in fuel and ECU mapping to answer the existing graphs.