SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH KAPABILITAS KERJA, BIMBINGAN KARIR DAN NILAI PRAKTIKUM TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK PGRI 3 MALANG

ZUHRI SYAIFUDIN

Abstrak


Zuhri, Syaifudin. 2019. Pengaruh Kapabilitas Kerja, Bimbingan Karir dan Nilai Praktikum terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Marsono, S.Pd.T., M.Pd, Ph.D., (II) Agus Suyetno, S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci: kapabilitas kerja, bimbingan karir, nilai praktikum, kesiapan kerja

Sekolah memiliki tujuan untuk dapat menghasilkan SDM yang berkualitas melalui siswanya yang diukur dalam Soft Skills dan bimbingan karir yang ada di sekolah sehingga kesiapan untuk bekerja dapat maksimal. Siswa yang telah dibekali pengetahuan-pengetahuan tentang dunia kerja, Soft Skills dan kompetensi keahlian dalam pembelajaran praktik sebagai standar yang harus dimiliki sebelum masuk dunia industri dimana akan mengamati, belajar dan mencari pengalaman kerja.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

(1) pengaruh kapabilitas kerja terhadap kesiapan kerja;

(2) pengaruh bimbingan karir terhadap kesiapan kerja;

(3) pengaruh nilai praktikum terhadap kesiapan kerja;

(4) pengaruh kapabilitas kerja dan bimbingan karir terhadap kesiapan kerja;

(5) pengaruh kapabilitas kerja dan nilai praktikum terhadap kesiapan kerja;

(6) pengaruh bimbingan karir dan nilai praktikum terhadap kesiapan kerja; dan

(7) pengaruh kapabilitas kerja, bimbingan karir dan nilai praktikum terhadap kesiapan kerja.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel dan populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII program keahlian teknik pemesinan di SMK PGRI 3 Malang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah kapabilitas kerja, bimbingan karir, nilai praktikum dan kesiapan kerja. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, uji asumsi klasik dan uji hipotesis.

Hasil penelitian dari analisis deskriptif diperoleh:

(1) rata-rata untuk kapabilitas kerja (47,8%) siswa cenderung memilih opsi jawaban setuju;

(2) rata-rata untuk bimbingan karir (39,5%) siswa cenderung memilih opsi sangat tidak setuju;

(3) rata-rata untuk nilai praktikum (44,8%) siswa cenderung mendapat nilai 80 ke atas;

(4) rata-rata untuk kesiapan kerja (38,1%) siswa cenderung memilih opsi tidak setuju.

Dalam uji asumsi klasik diperoleh:

(1) data berdistribusi normal;

(2) tidak terjadi heteroskedastisitas;

(3) tidak terjadi multikolinieritas.

Kemudian dalam uji hipotesis dalam penelitian ini didapatkan:

(1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kapabilitas kerja terhadap kesiapan kerja;

(2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara bimbingan karir terhadap kesiapan kerja;

(3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara nilai praktikum terhadap kesiapan kerja;

(4) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kapabilitas kerja dan bimbingan karir terhadap kesiapan kerja;

(5) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kapabilitas kerja dan nilai praktikum terhadap kesiapan kerja;

(6) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara bimbingan karir dan nilai praktikum terhadap kesiapan kerja;

(7) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kapabilitas kerja, bimbingan karir dan nilai praktikum terhadap kesiapan kerja.

Berdasarkan temuan tersebut, maka diberikan beberapa saran yaitu:

(1) bagi sekolah agar lebih meningkatkan layanan konsultasi melalui bimbingan konseling untuk para siswa supaya kelemahan-kelemahan yang dimiliki siswa bisa teratasi dan menemukan pekerjaan yang cocok dengan bakat dan minat siswa;

(2) bagi guru agar dapat membimbing siswa untuk mempersiapkan menghadapi dunia kerja dan memiliki kemampuan dalam memecahkan permasalahan dalam bekerja. Selain itu, guru dapat memfasilitasi untuk mengundang pihak industri memberikan informasi kompetensi pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian yang diharapkan dapat memantapkan pilihan para siswa untuk terjun ke dunia kerja;

(3) bagi siswa diharapkan mampu membangun sikap disiplin, bersemangat dan berani dalam lingkungan sekolah sebagai bekal diri untuk masuk ke dunia kerja. Selain itu, dapat memanfaatkan layanan bimbingan karir di sekolah dengan sebaik-baiknya agar mengetahui potensi-potensi yang ada di dalam diri;

(4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan nantinya bisa dijadikan referensi, dan sebagai acuan untuk menemukan penelitian baru dengan membandingkan variabel-variabel lain yang belum diteliti.