SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN HASIL BELAJAR PEMELIHARAAN MESIN SEPEDA MOTOR DENGAN NILAI PKL SISWA KELAS XII TBSM DI SMK PGRI 5 JEMBER

Chandra Cahya Adi

Abstrak


Lulusan SMK merupakan produk lembaga pendidikan yang siap kerja sehingga dapat diandalkan dalam menghadapi persaingan. Untuk mendukung tujuan tersebut serta mendekatkan antar penawaran dan permintaan ketenagakerjaan, khususnya yang dari SMK maka pihak sekolah kiranya perlu meningkatkan ketrampilan siswa yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Praktik Kerja Lapangan memberikan nilai tambah yang sangat berarti, baik bagi sekolah maupun industri. Bagi sekolah siswa akan terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar pada kondisi yang nyata, sebaliknya bagi industri akan mendapatkan para lulusan yang terampil sebagai tenaga kerja pemeliharaan mesin sepeda motor yang siap pakai.

Penelitian ini mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus yaitu

(1) mengetahui adanya hubungan  hasil belajar  mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor dengan nilai PKL siswa kelas XII program keahlian teknik sepeda motor di SMK  PGRI 5 Jember,

(2) menganalisis hubungan  hasil belajar  mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor dengan nilai PKL siswa kelas XII program keahlian teknik sepeda motor di SMK  PGRI 5 Jember.

Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto yang bersifat korelasi dengan metode pendekatan kuantitatif. Subyek dari penelitian ini adalah seluruh siswa jurusan Teknik Sepeda Motor SMK PGRI 5 Jember sebanyak 81 siswa. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperoleh dari nilai raport dan nilai PKL siswa yang telah menempuh mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan lima simpulan sebagai berikut. Hasil analisis yang diperoleh dapat diketahui bahwa rata-rata nilai mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor siswa dalam kategori tinggi yaitu pada interval kedua dengan rentang 75,10 – 89,99. Sama dengan hasil analisis rata-rata nilai PKL yang juga berada dalam kategori tinggi yaitu pada interval kedua dengan rentang 75,10 – 89,99. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel =(0,430>0,215) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 (0,00 < 0,05). Karena angka koefisien korelasi hasilnya positif dan memilik angka signifikan maka korelasi kedua variabel searah dan signifikan.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dijabarkan di atas menunjukkan bahwa semakin banyak seseorang belajar di bidang keahliannya, maka semakin banyak pulalah kemampuan yang didapat dalam rangka menyiapkan dirinya untuk bekerja di bidang keahliannya. Berdasarkan data yang telah diolah diketahui skor rata-rata mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor siswa 83 dalam kategori tinggi pada kategori kedua dengan rentang 75,51 – 89,91. Berdasarkan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi PKL siswa sebesar rxy = 0,430. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor yang diajarkan di sekolah telah mendukung dalam pencapaian kompetensi PKL siswa karena kompetensi yang diajarkan di sekolah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di DUDI.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telaj dijabarkan diatas, maka kesimpulan yang didapat ada tiga

(1) hasil belajar mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor siswa kelas XII program keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor mempunyai skor terendah yaitu 79 dan tertinggi yaitu 91, sedangkan rerata adalah 83 dan median sebesar 83

(2) Nilai PKL siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor mempunyai skor terendah yaitu 81 dan tertinggi yaitu 98

 

(3) Hasil belajar mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai PKL.