SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengaruh Perbedaan Jenis Bentuk Kampuh V dan T – Joint Pengelasan Flux Cored Arc Welding Pada Baja ASTM A36 Terhadap Sifat Mekanik dan Korositas

Nugroho Bayu Aji Seto

Abstrak


RINGKASAN

Nugroho, Bayu Aji Seto. 2019. “Analisis Pengaruh Perbedaan Jenis Bentuk Kampuh V dan T – Joint Pengelasan Flux Cored Arc Welding Pada Baja ASTM A36 Terhadap Sifat Mekanik dan Korositas”. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd.

 

Kata Kunci: pengelasan FCAW, variasi kampuh V dan T - Joint, uji impact dan uji korositas material ASTM A36.

Flux Cored Arc Welding (FCAW) atau lebih dikenal dengan sebutan pengelasan yang menggunakan flux pada kawatnya dan menggunakan gas CO2 sebagai gas pelindungnya merupakan salah satu jenis pengelasan yang biasa banyak digunakan pada industri khususnya industri konstruksi.Bahan yang biasa digunakan pada industri konstruksi kapal adalah baja ASTM A36. Material ASTM A36 merupakan baja karbon rendah yang dapat mudah digunakan pada konstruksi perkapalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan jenis bentuk kampuh V dan T – joint pengelasan FCAW pada baja ASTM terhadap sifat mekanik dan korositas.

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan metode one - shot case study. dengan variasi sudut kampuh V dan sambungan T 45°, 60°, dan 70° sebagai variabel bebas dan hasil uji impact dan uji korositas sebagai variabel terikat. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik dengan proses pengelasan FCAW. Analisis dengan statistik meliputi penjelasan hasil uji impact(ketangguhan) dan uji korositas.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil uji impact tertinggi adalah pada variasi kampuh V dengan variasi sudut 450 yakni 0,2315 J/mm2. Lalu hasil terendah diperoleh pada variasi kampuh T dengan sudut 700 yakni 0,1518 J/mm2. Sedangkan hasil uji korositas pengelasan FCAW nilai tertinggi diperoleh pada kampuh T 450 yakni 160,116 mmpy dan nilai terendah diperoleh pada kampuh V 700 yakni 50,946 mmpy. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil uji impact dan uji korositas terbaik pada kampuh V450 karena memiliki nilai ketangguhan dan korositas yang baik dan penetrasi pengelasan yang baik serta lebih ekonomis dari segi penggunaan kawat las.

 

ABSTRACT

Nugroho, Bayu Aji Seto. 2019. “An Analysis on Impact on Mechanical Properties and Corrosiveness of Different Types of V-Groove and T-Joint Flux Cored Arc Welding on ASTM A36 Steel.” Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd.

 

Keywords: FCAW, V-Groove and T-Joint varieties, impact and corrosiveness test of ASTM A36

Flux Cored Arc Welding (FCAW), which use CO2, is one of welding techniques that mostly are utilized in industries, especially construction industry. The widely-used material for ship construction industry is ASTM A36 steel, which is categorized as low-carbon steel. The objective of this research is to identify how the shape differences between V-groove and T-joint influences mechanical properties and corrosiveness of FCAW on ASTM A36 Steel.

This research is categorized as experimental research by utilizing one-shot case study method, with V-groove angle variation and T45°, 60°, and 70° joints as independent variable, while impact and corrosiveness test result as dependent variable. Statistic analysis with FCAW process is used as the analysis method. This analysis technique encompasses the explanation of impact and corrosiveness test result.

According to the outcome of this research, the highest impact test result is obtained from 450 V-groove at 0,2315 J/mm2. Meanwhile, the lowest result is reflected from 700 T-Joint at 0,1518 J/mm2. For the corrosiveness test result in FCAW, 450 T-joint holds the highest result at 160,116 mmpy, while 700 V-groove holds the lowest result at 50,946 mmpy. Based on previous elaboration, it could be concluded that the best result on impact and corrosiveness test is 450 V-groove, since not only it has the highest result on both tests, it also has good performance in welding penetration and more economical in welding wire usage aspect.