SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kerjasama SMK Dengan Industri Dalam Pelaksanaan Penyaluran Lulusan Memasuki Dunia Kerja Melalui Bursa Kerja Khusus di SMK Negeri 8 Malang

Bella Cornelia Tjiptady

Abstrak


Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat diserap langsung oleh lapangan pekerjaan, namun banyaknya lembaga sekolah menengah kejuruan memunculkan persaingan yang cukup ketat bagi sekolah untuk menyalurkan lulusannya. Kebutuhan tenaga kerja dari lulusan SMK tidak sebanding dengan jumlah penyerapan tenaga kerja yang ada di lapangan sehingga menimbulkan meningkatnya pengangguran. Hal ini dibuktikan berdasarkan data pengangguran yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada Bulan Februari Tahun 2016 tentang tingkat pengangguran terbuka penduduk usia 15 tahun keatas. Tingkat pengangguran tertinggi adalah lulusan sekolah menengah kejuruan dengan persentase 9,84%, meningkat dari 9,05%, sedangkan tingkat pengangguran pada Februari 2017 yaitu lulusan sekolah menengah kejuruan sebesar 9,27%. Salah satu solusi untuk membantu mengurangi pengangguran adalah penyelenggaraan BKK (Bursa Kerja Khusus) pada SMK, karena dapat membantu sekolah dalam penyaluran secara tepat bagi lulusannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui program seperti apa yang diterapkan oleh BKK agar penyaluran lulusan SMK dapat terserap secara merata memasuki dunia kerja. Dimulai dari perencanaan proses kerjasama, pelaksanaan penyaluran tenaga kerja, faktor-faktor pendukung dan penghambat kerjasama dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja, serta evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan kerjasama di SMKN 8 Malang. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada. Informan dalam penelitian ini meliputi wakil kepala sekolah bidang hubungan masyarakat, ketua BKK SMKN 8 Malang, ketua program keahlian, dan alumni SMKN 8 Malang lulusan 2014. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perencanaan proses kerjasama antara SMK dengan dunia industri melalui BKK di SMKN 8 Malang. Langkah awal yang dilakukan adalah pihak BKK mencari rekanan industri dan mencari link melalui forum BKK Jawa Timur serta melakukan promosi dengan mempromosikan profil sekolah saat kunjungan prakerin. Kedua, pelaksanaan penyaluran tenaga kerja melalui BKK yaitu dengan cara industri datang ke SMKN untuk menjalin kerjasama. Setelah itu pihak BKK memberikan pengumuman pelaksanaan
penyaluran tenaga. Jika siswa atau alumni lolos maka akan ada training, penempatan kerja, serta sistem kontrak. Ketiga, faktor pendukung dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja yaitu manajemen yang baik dari sekolah dan mobilitas dari tim BKK sangat kompak. Faktor penghambat yang paling mendasar adalah atittude dari siswa yang tidak konsisten. Cara mengatasi hal tersebut adalah adanya sanksi bagi siswa yang bersangkutan. Keempat, evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan kerjasama BKK SMKN 8 Malang dengan industri yaitu evaluasi berstandart ISO. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu: (1) Kepada SMK yang disarankan untuk menambah link industri untuk dijadikan rekan kerjasama; (2) Kepada siswa SMKN 8 Malang disarankan untuk lebih konsisten dengan pilihannya saat mengikuti pelaksanaan penyaluran tenaga kerja melalui BKK; (3) kepada Jurusan Teknik Mesin UM disarankan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait dengan penyaluran tenaga kerja lulusan SMK di industri; (4) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas secara lebih mendalam mengenai kerjasama SMK dengan industri melalui BKK.