SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Siswa terhadap Kelayakan Sarana dan Prasarana Praktikum Teknik Pemesinan di Smk Sore Tulungagung dalam menunjang Kegiatan Praktikum (Berdasarkan Permendiknas N0. 40 Tahun 2008)

Rico Andhika Putra

Abstrak


Pendidikan Menengah Kejuruan mempunyai peran yang sangat penting dalam mempersiapkan para peserta didik agar memiliki kompetensi yang dapat dijadikan bekal di dunia industri maupun di bidang kewirausahaan. Oleh karena itu, arah pengembangan sekolah menengah kejuruan diorientasikan pada pemenuhan permintaan bursa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kelayakan bengkel praktik yang meliputi: (1) standar kondisi ruang bengkel praktik pemesinan, (2) kondisi peralatan/mesin praktik di bengkel pemesinan, (3) kondisi perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel praktik pemesinan. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di SMK Sore Tulungagung. Responden yang digunakan adalah siswa kelas XII TPm yang setiap kelas di ambil 40% dari jumlah setiap kelas, sehingga responden didapatkan sejumlah 84 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan proportional random sampling. Proses pengambilan data menggunakan instrumen angket, wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian dari analisis deskriptif diperoleh persentase kelayakan sarana prasarana di SMK Sore Tulungagung. Kondisi kelayakan ruang bengkel di SMK Sore Tulungagung didapatkan 50,81% siswa kelas XII TPm menyatakan layak. Kondisi kelayakan peralatan/mesin praktik di SMK Sore Tulungagung didapatkan 42,68% siswa kelas XII TPm menyatakan layak. Kondisi kelayakan keselamatan dan kesehatan kerja di SMK Sore Tulungagung didapatkan 48,04% siswa kelas XII TPm menyatakan layak. Pada hasil observasi berbanding terbalik dengan pernyataan siswa yang diisi melalui angket, pada hasil observasi masih dinyatakan ada yang kurang layak pada bagian jumlah mesin dan kondisi kelengkapan K3 yang dilihat dengan acuan Permendiknas No.40 Tahun 2008. Hasil persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian kondisi dari tingkat kelayakan bengkel masih dalam kondisi kurang layak. Kondisi kurang layak ditunjukkan dengan adanya kekurangan-kekurangan dari kondisi peralatan/mesin maupun perlengkapan yang ada di dalam bengkel praktik pemesinan misalnya saja masih terbatasnya mesin bubut, mesin frais, mesin skrap, dan gerinda. Untuk perlengkapan masih terbatasnya alat pemadam kebakaran, APD yang masih belum lengkap. Adanya keterbatasan tersebut pihak sekolah mengupayakan dalam pemenuhan fasilitas dengan cara mengadakan sistem pembelajaran blok dan rolling agar proses pembelajaran berjalan dengan maksimal dan siswa dapat menyelesaikan jobsheet dengan tepat waktu.