SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Pengelolaan Teaching Factory Di SMK Negeri 10 Malang

Murdiono - -

Abstrak


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang bertujuan menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan dan keahlian agar dapat bersaing dalam dunia industri sesuai dengan bidang yang digeluti. Dengan perkembangan yang ada ada saat ini, maka sudah sepatutnya pihak SMK harus mampu mempersiapkan siswanya untuk dapat bersaing di dunia industri. Salah satu langkah yang bisa diambil yaitu dengan menyelenggarakan teaching factory. Pembelajaran teaching factory merupakan suatu konsep pembelajaran dalam  suasana  sesungguhnya,  sehingga  dapat mendekatkan  siswa  dengan suasana  DU/DI.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan teaching factory program keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 10 Malang yang terbagi atas: (1) perencanaan teaching factory, (2) proses pelaksanaan teaching factory, (3) proses evaluasi teaching factory, dan (4) faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan teaching factory. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap beberapa narasumber mulai dari wakil kepala sekolah bidang humas, kepala program keahlian teknik kendaraan ringan, pimpinan bengkel pelayanan masyarakat, dan koordinator produksi. Maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan teaching factory di SMK Negeri 10 Malang meliputi: (1) persiapan teaching factory meliputi: pengorganisasian teaching factory, sumber daya manusia, koordinasi dengan DU/DI, sarana dan prasarana, serta modal; (2) pelaksanaan teaching factory meliputi: manajemen waktu dan kerja, proses produksi dan pelayanan jasa, standarisasi produk dan jasa, serta penggunaan perlengkapan dan peralatan; (3) evaluasi teaching factory meliputi: proses evaluasi, dan tindak lanjut dari proses evaluasi; dan (4) faktor penghambat dan pendukung yang meliputi: koordinasi dengan DU/DI, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, modal, dan lokasi kerja.

Kepada SMK Negeri 10 Malang, perlunya peningkatan sarana dan prasarana yang ada pada kegiatan teaching factory sehingga kegitan teaching factory dapat berjalan lebih baik lagi. Serta perlu di persiapkan sumber daya manusia yang mencukupi untuk kegaitan teaching factory. Kepada jurusan teknik mesin, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mendirikan teaching factory di lingkup universitas. Kepada siswa SMK, hendaknya kegiatan teaching factory di sekolah dijadikan sebagai tempat untuk memperdalam ilmu tentang berwirausaha. Dan Kepada peneliti berikutnya, dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan rujukan dan penelitian lebih mendalam dengan metode penelitian lainya tentang teaching factory.