SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pengerjaan Dingin Pounding dan Expanding denganVariasi Media Ekspose Terhadap Laju Korosi pada Proses Produksi Kaleng Menggunakan Baja Electrolitic Tin Plate (ETP)

bangkit dwi prakosa

Abstrak


ABSTRACT

 

Baja Electrolitic Tin Plate (ETP) merupakan bahan utama khususnya dibidang produksi kaleng.Baja ETP merupakkanbaja lembaran fase dingin yang dilapisi oleh logam timah (Sn) dengan proses pelapisan secara elektrolisis, dimana kualitas dari bahan tersebut dipengaruhi oleh proses pengerjaandingin (cold working)danlingkungandisekitarnya(media ekspose) yang dapatdilihatmelaluiperbedaanlajukorosinya. Sehingga dapat diketahui baik buruknya kualitas baja ETP tersebut yang mempunyai dampak besar bagi biaya produksi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi dan perbedaan yang terjadi pada baja ETP tanpa pengerjaan dingin dengan pengerjaan pounding dan expanding yang di ekspose pada media air tawar, air hujan, dan udara. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam menentukan tindakan untuk meminimalisir kerugian ekonomi akibat korosi.

Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif, sedangkan desain penelitianyatergolongeksperimental. Pengujian laju korosi menggunakan metode kehilangan berat calculating corrosion rate weigt loss sedangkan bentuk korosi akan diamati dari hasil foto makro. Teknik  analisis statistikANOVA digunakan untuk menentukan perbedaan laju korosi pada baja ETPtanpa pengerjaan dingin dengan pengerjaan pounding dan expanding yang di ekspose pada media air tawar, air hujan, dan udara.Teknik analisis deskriptif juga di gunakan untuk menentukan perbedaan korosi yang terjadi.

Berdasarkan hasil penelitian rata-rata laju korosi baja ETPtanpa pengerjaan dinginyang di expose pada air tawar sebesar 9,8885 mmpy, air hujan sebesar12,5854mmpy, udara sebesar 4,4948 mmpy, untuk rata-rata laju korosi baja ETP dengan perlakuan poundingyang di expose pada air tawarsebesar 16,9246 mmpy, air hujansebesar 22,1631 mmpy,udarasebesar 3,6267 mmpy, sedangkanrata-rata laju korosi baja ETP dengan perlakuan expandingyang di expose pada air tawarsebesar10,1869mmpy, air hujansebesar 13,7711 mmpy, udarasebesar 3,5954 mmpy. Bentuk korosi yang terjadi pada baja ETP tanpa pengerjaan dingin adalah korosi merata, sedangkan bentuk korosi yang terjadi pada baja ETP dengan pengerjaan pounding dan expanding adalah korosi merata dan korosi tegangandalam. Perbedaanantarabaja ETP tanpa pengerjaan dingin dengan pengerjaan pounding dan expanding dikarenakan derajat deformasi plastis yang diberikan pada setiap pengerjaan berbeda, semakin tinggi deformasi plastis semakin meningkat korosinya sehingga menyebabkan perbedaan laju korosi.