SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EFEKTIFITAS PENAMBAHAN BIOETHANOL PADA BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP NILAI KALOR DAN PRODUKSI GAS BERACUN BERBAHAYA (B3) KENDARAAN BERMOTOR

MUHAMMAD NUR ASY'ARI

Abstrak


ABSTRACT

 

Asy’ari, Muhammad, Nur. 2017. Efektivitas Penambahan Bioethanol pada Bahan Bakar Pertalite terhadap Nilai Kalor dan Produksi Gas Beracun Berbahaya (B3) Kendaraan Bermotor. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono, M.Pd (2) Drs. Imam MudaNauri, S.T., M.T.

 

Kata Kunci:Bioethanol, Pertalite, Nilai Kalor, dan Gas B3.          

 

Kebutuhan masyarakat pada bahan bakar fosil di Indonesia sangatlah tinggi. Konsumsi BBM dalam negeri terus meningkat sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi dan pertambuhan penduduk setiap tahunnya, hal tersebut kontras dengan terbatasnya kapasitas kilang minyak di Indonesia. Sehingga mengakibatkan ketergantungan Indonesia pada minyak mentah dan BBM impor sangat besar. Sejauh ini masyarakat indonesia banyak menggunakan BBM Subsidi dari pemerintah yaitu: Solar, Premium (RON 88), dan Pertamax (RON 92), namun sejak tahun 2015 diluncurkan BBM baru dengan (RON 90) yaitu Pertalite. Salah satu upaya untuk mengatasi konsumsi masyarakat terhadap BBM adalah dengan memanfaatkan energi Bahan Bakar Nabati (BBN).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan Bioethanol pada bahan bakar Pertalite terhadap nilai kalor dan produksi gas bercaun berbahaya (B3) kendaraan bermotor sebagai dasar dalam pengembangan bahan bakar  alternatif BioPertalite.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian eksperimen.

Pengambilan data dilakukan dengan dua alat uji, yaitu: pertama menggunakan bomb kalorimeter, untuk mengetahui kandungan nilai kalor bahan bakarnya, kemudian yang kedua menggunakan alat automotive gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas beracun berbahaya (B3) CO dan HC, spesimen uji yang digunakan pada penelitian ini antara lain adalah 100% Pertalite murni, dan dengan penambahan campuran 7,5%; 15%; 22,5%; dan 30% Bioethanol.

Berdasarkan hasil penelitian kandungan nilai kalor tertinggi dihasilkan oleh 100% Pertalite murni sebesar 11179,853 cal/gram, sementara nilai kalor terendah dihasilkan oleh penambahan 30% Bioethanol yakni sebesar 10064,723 cal/gram. Penggunaan campuran Bioethanol pada bahan Pertalite mampu menurunkan emisi CO sebesar 31,96% dan menurunkan emisi HC sebesar 32,72%, emisi CO tertinggi dihasilkan dari 100% Pertalite murni yakni sebesar 3,37% sementara emisi CO terendah didapatkan dari penambahan campuran 30% Bioethanol yakni sebesar 0,47%, sementara itu emisi HC tertinggi dihasilkan dari 100% Pertalite murni yakni sebesar 220 ppm, dan emisi HC terendah dihasilkan dari penambahan campuran 30% Bioethanol yakni sebesar 83,5 ppm. Potensi penggunaan Bioethanol sebagai bahan bakar nabati sangat diharapkan sebagai bahan bakar pengganti fosil yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi polusi udara dari gas beracun berbahaya (B3) kendaraan bermotor.