SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

analisis ketangguhan dan morfologi patahan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I

BIMA KUKUH TRI WICAKSONO

Abstrak


ABSTRACT

 

Ferro Casting Ductile (FCD) merupakan besi cor yang mengandung grafit bulat. Besi cor grafit bulat banyak sekali digunakan sebagai komponen otomotif. Untuk meningkatkan ketangguhan dari FCD bisa di lakukan dengan proses

austempering. Variasi waktu austemper I yang digunakan adalah 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui nilai ketangguhan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 5 menit. (2) Mengetahui nilai ketangguhan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 10 menit. (3) Mengetahuinilai ketangguhan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 15 menit. (4) Mengetahui morfologi patahan ferro casting ductile (FCD) pada proses

two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 5 menit. (5) Mengetahui morfologi patahan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step

austemper dengan variasi waktu austemper I selama 10 menit. (6) Mengetahui morfologi patahan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 15 menit. Metode dalam penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian eksperimental yang menggunakan model penelitian the one-shot case study. Hasil ketangguhan FCD pada proses two step austemper dengan variasi waktu

austemper I meningkat. Peningkatan ini bisa dilihat dari perubahan nilai ketangguhan dari waktu austemper I selama 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Nilai rerata kekerasan pada proses two step austemper dengan waktu austemper I selama 5 menit adalah 0,0049 Joule/mm2, selama 10 menit adalah 0,0080 Joule/mm2, dan selama 15 menit adalah 0,0086 Joule/mm2. Hal ini disebabkan karena semakin lama waktu austemper I maka ferit yang terbentuk semakin sedikit ferit yang terbentuk sehingga ketangguhannya meningkat.