SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi BKK dalam Memperoleh Mitra Kerjasama dengan Dunia Industri di SMK PGRI 3 Malang

Muhammad Gatut Maulana

Abstrak


ABSTRAK

 

Maulana, Muhammad Gatut. 2017. BKK Strategy in Gaining Partnership Cooperation with the Industrial World in SMK PGRI 3 Malang. Thesis. Mechanical Engineering Education Study Program, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Drs. Suharmanto, M.Pd.

 

Keyword: Strategy, BKK, Industrial World

 

The high rate of unemployment in SMK graduates become a problem in the world of education in Indonesia. BKK SMK is an important component in measuring the success of education in SMK. The success of BKK needs a strategy in carrying out its duties to channel graduate students into the industrial world.

The purpose of this study is to: (1) how to work together in the country of work PGRI 3 Malang, (2) how to work together in domestic work PGRI 3 Malang, (3) Cooperation with industry in SMK PGRI 3 Malang, and (4) ) Factors influencing the BKK strategy in generating cooperation with the industrial world in SMK PGRI 3 Malang.

This research used descriptive qualitative approach. The sample of this research is BKK in SMK PGRI 3 Malang. Data collection using data triangulation method with interview, observation / observation, and documentation. Analysis of research data using 3 stages: (1) data reduction (data reduction), data presentation (data view), (3) verification / inference data (verification).

BKK strategy in obtaining partnership with industry in SMK PGRI 3 Malang got four points. First, the preparation of BKK in obtaining partnerships with the world in SMK PGRI 3 Malang: (a) searching for industrial candidates to be partners through searching google with the form of submitting a proposal of cooperation. (B) the requirements for seeking industry candidates should be an MOU and the suitability between school requirements and industry suitability should be mutually beneficial. (C) preparation of BKK in looking for BKK industry candidates should send a proposal of cooperation by way of coming to the industry concerned, declaring the purpose of cooperation, and time of cooperation take place. (D) parties in the process of looking for industry candidates are Kabid BKK and assisted by three BKK staff. Secondly, BKK implementation in obtaining partnership with BKK in SMK PGRI 3 Malang: (a) establishing good cooperation with industry side by way of school Build cooperation with industry through internship or prakerin and communicate well. (B) the role of BKK during cooperation with the industry is a high level of absorption which is realized with the success of recruitment involving industry in apprenticeship of students or prakerin. (C) there is a mutually beneficial performance between the industrial parties towards the school. (D) supervision of prakerin in the implementation of cooperation with industry in SMK PGRI 3 Malang in the form of monitoring. (E) the existence of MOU between parties and industrial parties as a form of cooperation has occurred. Third, BKK evaluation in obtaining partnership with industry in SMK PGRI 3 Malang: (a) determine the level of employment in the form of graduate placement in industry and also good trust by society, industry and diknas. (B) how to disburse labor from the BKK side to the parties through two ways: recruitment and power supply through the BKK forum. (C) the contracting system of employees of the school with the industry when the time of the contract is exhausted depends on the agreement of both parties. (D) the length of time of cooperation with the industry on the implementation of prakerin or apprenticeship is approximately one year or 12 months. (E) execution of evaluation by BKK namely industrial evaluation and prakerin evaluation. Fourth, the factors influencing the BKK strategy in obtaining partnerships with the industrial world in SMK PGRI 3 Malang: (a) the inhibiting factors that influence the BKK strategy in obtaining cooperation partners with the industrial world ie students or alumni who are less prepared when receiving work and lack of Interest in finding work and factors from parents who forbid their children to work away. (B) supporting factors affecting BKK strategy in obtaining partnership with industrial world in SMK PGRI 3 Malang that is BOS fund from government and high student absorption rate with 70% percentage.

 

 

ABSTRAK

 

Maulana, Muhammad Gatut. 2017. Strategi BKK dalam Memperoleh Mitra Kerjasama dengan Dunia Industri di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Drs. Suharmanto, M.Pd.

 

Kata Kunci: Strategi, BKK, Dunia Industri

 

Tingginya tingkat pengangguran pada lulusan SMK menjadi masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia. BKK SMK merupakan komponen penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di SMK. Keberhasilan BKK perlu adanya strategi dalam menjalankan tugasnya untuk menyalurkan siswa lulusan ke dalam dunia industri.

Tujuan penelitian ini untuk: (1) mengetahui persiapan BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang, (2) mengetahui pelaksanaan BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang, (3) mengetahui evaluasi BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang, dan (4) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi strategi BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sampel penelitian adalah pihak BKK di SMK PGRI 3 Malang. Pengumpulan data menggunakan metode triangulasi data dengan wawancara, observasi/pengamatan, dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan 3 tahapan: (1) reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), (3) verifikasi/penyimpulan data  (verification).

Strategi BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang didapatkan empat poin. Pertama, persiapan BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia di SMK PGRI 3 Malang: (a) mencari calon industri yang akan dijadikan mitra kerjasama melalui searching google dengan perwujudan bentuk mengirim proposal kerjasama. (b) syarat-syarat dalam mencari calon industri harus ada MOU dan kesesuaian antara kebutuhan sekolah dengan kesesuai di industri harus saling menguntungkan. (c) persiapan BKK dalam mencari calon industri BKK harus mengirim proposal kerjasama dengan cara mendatangi industri yang bersangkutan, menyatakan tujuan kerjasama, dan waktu kerjasama berlangsung. (d) pihak-pihak dalam proses mencari calon industri adalah Kabid BKK dan dibantu oleh tiga staf BKK. Kedua, pelakasanaan BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan BKK di SMK PGRI 3 Malang: (a) membangun kerjasama yang baik dengan pihak industri dengan cara sekolah membangun kerjasama dengan industri melalui magang atau prakerin dan berkomunikasi yang baik. (b) peran BKK selama menjalin kerjasama dengan industri adalah tingkat keterserapan yang tinggi yang direalisasikan dengan suksesnya rekrutmen melibatkan industri di pemagangan siswa atau prakerin. (c) terdapat kinerja yang saling menguntungkan antara pihak industri terhadap pihak sekolah. (d) pengawasan prakerin dalam pelaksanaan kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang berupa monitoring. (e) adanya MOU antara pihak dengan pihak industri sebagai wujud telah terjadi kerjasama. Ketiga, evaluasi BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang: (a) menentukan tingkat keterserapan tenaga kerja dalam bentuk penempatan lulusan di industri dan juga kepercayaan yang baik oleh masyarakat, industri maupun diknas. (b) cara penyaluran tenaga kerja dari pihak BKK ke pihak melalui dua cara yaitu rekrutmen dan penawaran tenaga lewat forum BKK. (c) sistem kontrak karyawan dari sekolah dengan industri apabila waktu kontrak habis maka tergantung dari kesepakatan dua belah pihak. (d) lama waktu pelaksanaan kerjasama dengan industri pada pelaksanaan prakerin atau magang yaitu kurang lebih satu tahun atau 12 bulan. (e) pelaksanaa evaluasi oleh BKK yakni evaluasi industri dan evaluasi prakerin. Keempat, faktor-faktor yang mempengaruhi strategi BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang: (a) faktor penghambat yang mempengaruhi strategi BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri yaitu siswa atau alumni yang kurang siap saat menerima kerja maupun kurangnya minat dalam mencari pekerjaan dan faktor dari orang tua yang melarang anaknya bekerja jauh. (b) faktor pendukung yang mempengaruhi strategi BKK dalam memperoleh mitra kerjasama dengan dunia industri di SMK PGRI 3 Malang yaitu berupa dana BOS dari pemerintah dan tingkat keterserapan siswa yang tinggi dengan persentase 70%.