SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembuatan Bioetanol Tongkol Jagung dan Analisis Penggunaannya dengan Campuran Bahan Bakar RON 90 pada Genset Motor Bensin

Christian Asri Wicaksana

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Secara fisik limbah terdiri dari tiga jenis, yakni gas, padat, dan cair. Salah satu jenis limbah padat organik hasil pertanian yang belum memperoleh solusi penanganan secara optimal adalah tongkol jagung. Salah satu solusi untuk menangani limbah tersebut adalah dengan merubahnya sebagai salah satu sumber energi alternatif terbarukan,yakni bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol tongkol jagung, tingkat kemurnian etanol yang mampu dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol tongkol jagung, nilai daya efektif, konsumsi bahan bakar spesifik (SFC), emisi gas buang CO dan CO2 yang mampu dihasilkan oleh genset motor bensin dengan menggunakan berbagai variasi campuran bahan bakar RON 90 dengan bioetanol tongkol jagung, dan untuk mengetahui varisasi campuran volume bahan bakar yang memiliki nilai daya terefektif, nilai SFC terefisien, dan emisi gas buang CO dan CO2 terendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variabel: (1) variabel bebas; campuran volume bahan bakar RON 90 dengan bioetanol tongkol jagung dengan beberapa variasi rasio volume, (2) variabel terikat; proses pembuatan bioetanol tongkol jagung, kadar etanol yang dihasilkan melalui proses destilasi hasil fermentasi tongkol jagung, analisis campuran bahan bakar RON 90 dan bioetanol tongkol jagung dengan beberapa variasi campuran volume terhadap daya efektif, SFC, serta emisi gas buang CO dan CO2 pada genset motor bensin, dan (3) variabel kontrol; mesin evaporator digital dan mesin genset motor bensin. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tongkol jagung dapat dijadikan bahan baku pembuatan bioetanol dengan proses pretreatment, hidrolisis selama satu hari, fermentasi selama tujuh hari, dan destilasi sebanyak empat kali pada suhu 52 – 72,50C dan tekanan 95,5 – 107,3 mBar sehingga menghasilkan kadar etanol sebesar 96%. Penggunaan bahan bakar untuk menghasilkan daya paling efektif adalah E100 sebesar 591,813 W dan yang menghasilkan daya paling tidak efektif adalah bahan bakar 100% RON 90 sebesar 763,353 W, tetapi nilai tersebut tidak berbeda signifikan. Rata – rata nilai SFC terkecil didapatkan dengan penggunaan E100 sebesar 1,066 kg/kW.jam dan tertinggi menggunakan bahan bakar 100% RON 90 sebesar 1,336 kg/kW.jam, tetapi nilai tersebut tidak berbeda signifikan. Nilai rata – rata emisi gas buang CO terendah didapatkan dengan menggunakan bahan bakar E100 sebesar 0,177 %vol dan yang tertinggi pada penggunaan bahan bakar 100% RON 90 sebesar 2,649 %vol dan perbedaan nilai tersebut berbeda signifikan. Nilai rata – rata emisi gas buang CO2 terendah didapatkan dengan menggunakan bahan bakar E100 sebesar 6,6 %vol dan yang tertinggi pada penggunaan bahan bakar 100% RON 90 sebesar 7,51 %vol, tetapi nilai tersebut tidak berbeda signifikan. Variasi campuran bahan bakar yang memiliki nilai daya terefektif, SFC terefisien, dan emisi gas buang CO dan CO2 terendah adalah E100.