SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Kelengkapan dan Kelaikan Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan Las pada Laboratorium Pengelasan SMAW, TIG dan MIG Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri.

Dede Asep Rudin

Abstrak


ABSTRAK

 

Kelengkapan alat pelindungdiri (APD) dalam praktikum pengelasan memiliki peranan penting guna terciptanya praktikum yang aman ,nyaman dan selamat. Alat pelindung diri yang lengkap merupakan salah satu kunci kelancaran praktikum pengelasan, karena dalam praktikum pengelasan memiliki tingkat bahaya yang tinggi karena praktikan bersentuhan langsung dengan sum berbahaya diantara bahaya panas dan bahaya sengatan listrik. Selain alat pelindung diri yang disediakan harus lengkap, alat pelindung diri juga harus laik atau memenuhi persyaratan yang ada, karena pengelasan SMAW, TIG dan MIG memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tingkat banyanyapun berbeda. Kelaikan ini juga sangatlah penting agar alat pelindung diri yang ada bias berfungsi sesuai dengan kegunaannya pada saat digunakan oleh praktikan, kelengkapan dan kelaikan alat pelindungdiri ini merupakan satu kesatuan yang harus dipenuhi.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kelengkapan dan kelaikan alat pelindung diri dan peralatan pengelasan SMAW, TIG dan MIG yang ada di Laboratorium Pengelasan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.

 

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sehingga peneliti berusaha mendeskripsikan tentang kelengkapan dan kelaikan alat pelindung diri (APD) dan peralatan las Pada Laboratorium Pengelasan SMAW, TIG dan MIG Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Hasil observasi yang ditemukan (1) kelengkapan alat pelindung diri (APD) yang disediakan dalam kondisi lengkap  (2) kelaikan alat pelindung diri pada laboratorium pengelasan Jurusan Teknik Fakultas Teknik Mesin Universitas Negeri Malang belum sesuai dengan kelaikan atau standar untuk masing-masing proses pengelasan akan tetapi masih bias melindungi praktikan dari bahaya kecelakaan kerja hal itu dibuktikan dengan tidak pernah terjadinya kecelakaan akibat kualitas APD (3) tidak disediakan nya sepatu safety yang sesuai standar sehingga dalam melaksanakan praktikum banyak mahasiswa yang menggunakan sepatukets yang bukan untuk proses pengelasan hal itu karena ukuransepatu yang berbeda-beda sehingga hal itu menyulitkan pihak jurusan, praktikan diharuskan membawa sepatu safety sendiri karena merupakan implementasi dari matakuliah K3 (4) peralatan praktikum Jurusan Teknik Fakultas Teknik Mesin Universitas Negeri Malang sudah lengkap dan dalam kondisi baik.