SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRATEGI PENERAPAN TEACHING FACTORY BIDANG TEKNIK PEMESINAN DI SMK TUREN

Rian Arifin

Abstrak


ABSTRAK

 

Arifin, Rian. 2017. Strategi Penerapan Teaching Factory Bidang Teknik Pemesinan di SMK Turen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Widiyanti, M.Pd. (2) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M.

 

Kata Kunci: strategi penerapan, teaching factory, SMK Turen

Perkembangan dunia industri pada dasarnya berpengaruh terhadap pendidikan, khususnya sekolah yang akan mencetak pekerja yang akan bekerja di industri. Dalam hal ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan kemajuan industri yang ada maka pihak SMK harus mampu mempersiapkan siswanya untuk dapat bersaing di dunia industri. Salah satu langkah SMK dalam persiapan untuk menghadapi tuntutan industri adalah dengan dilaksanakannya teaching factory. Hal ini bertujuan  meningkatkan kualitas lulusan dan kemampuan tenaga kependidikan yang berkompeten dan profeisonal di bidangnya. Serta untuk menambah modal pembiayaan penyelenggaraan pendidikan, namun penyelenggaraan teaching factory harus didukung dengan strategi penerapan yang baik agar dapat berjalan dengan lancar.

Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang humas, kepala program keahlian teknik pemesinan, kepala laboratorium teknik pemesinan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara bebas dan mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa strategi penerapan teaching factory meliputi: (1) strategi dalam persiapan keorganisasian, sumber daya manusia, koordinasi dengan DU/DI, sarana dan prasarana, modal; (2) strategi dalam pelaksanaan manajemen waktu dan kerja, produksi, standarisasi produk, penggunaan perlengkapan; (3) strategi dalam evaluasi dan tindak lanjut dari evaluasi, dan (4) faktor pendukung dan penghambat pada koordinasi dengan DU/DI, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, modal dan lokasi kerja.

 

Bagi SMK Turen disarankan agar menambahkan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan teaching factory. Bagi kepala sekolah diharapkan meningkatkan kerjasama baik dengan pihak jurusan maupun DU/DI untuk peningkatan pelaksanaan teaching factory. Bagi kepala program keahlian dan seluruh anggota teaching factory diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap proses produksi dan pelaksanaan teaching factory. Bagi DU/DI diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan sekolah dalam seluruh proses yang dilakukan untuk lancarnya pelaksanaan teaching factory.