SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Investigasi Struktur Mikro dan Kekerasan Duralium pada Multistage Artificial Aging

Dewi Izzatus Tsamroh

Abstrak


ABSTRAK

 

Tsamroh, Dewi Izzatus. 2017. Investigasi Struktur Mikro dan Kekerasan Duralium pada Multistage Artificial Aging. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D, (II) Drs. H. Solichin, S.T, M.Kes.

 

Kata Kunci: Multistage Artificial Aging, Duralium,Struktur Mikro,Morfologi, Kekerasan.

 

Duralium merupakan salah satu paduan aluminium yang banyak digunakan pada industri otomotif, aerospace, dan nuklir. Hal ini dikarenakan duralium memiliki sifat ringan, keuletan yang tinggi serta tahan korosi. Penggunaan paduan aluminium untuk komponen otomotif dituntut memiliki kekuatan yang baik. Aluminium dapat ditingkatkan kekuatannya melalui proses pemaduan (alloying), proses pengerjaan dingin (cold working) dan perlakuan panas (heat treatment) dengan proses penuaan (aging). Dalam penelitian ini, sifat mekanis duralium ditingkatkan dengan proses heat treatment, yaitu dengan menggunakan proses multistage artificial aging.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisispersebaran presipitat, morfologi serta kekerasan pada duraliumakibat multistage artificial agingI, II, dan III. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimen, yang menggunakan model penelitian the one-shot case study.

Persebaran presipitat pada duralium diuji dengan menggunakan optical microscope, sedangkan morfologi duralium diuji dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Sedangkan pengujian kekerasan dilakukan dengan menggunakan Rockwell Hardness Test.

Hasil pengujian dengan menggunakan optical microscope menunjukkan bahwa persebaran presipitat (CuAl2) paling banyak ditemukan pada duralium dengan variasi multistage III. Sedangkan persebaran presipitat (CuAl2) paling sedikit dietemukan pada duralium dengan variasi multistage I. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi duralium akibat perlakuan multistage artificial aging dengan menggunakan SEM, struktur mikro pada duralium relatif sama (homogen) pada setiap variasi stage-nya. Perlakuan multistage artificial aging pada duralium menyebabkan ukuran partikel pada setiap stagenya menjadi lebih kecil dengan jarak yang cukup dekat pada setiap variasi stage-nya. Sedangkan nilai kekerasan duralium meningkat. Kekerasan paling tinggi adalah duralium yang mengalami proses multistage artificial aging III yaitu 79.66 HRE, sedangkan kekerasan terendah adalah duralium yang mengalami proses multistage artificial aging I yaitu 74.33 HRE. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan panasmultistage artificial agingberpengaruh pada persebaran presipitat serta morfologi duralium yang juga mempengaruhi sifat mekanis duralium yaitu peningkatan kekerasan material.

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Tsamroh, Dewi Izzatus. 2017. Investigation of Microstructure and Hardness Value of Duraliumon Multistage Artificial Aging.Thesis.Mechanical Engineering Department, Mechanical Engineering Program, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D, (II) Drs. H. Solichin, S.T, M.Kes.

 

Keywords: Multistage Artificial Aging, Duralium, Microstructure, Morphology, Hardness.

 

Duraliumis one of aluminium alloy that commonly used in automotive industry, aerospace, and nuclear. That’s caused duralium has mild properties, high ductility and corrosion-resistant.Aluminium alloy for automotive component must has good strength. Aluminium’s strength can be increased by alloying, cold working, and heat treatment with aging process. In this research, mechanical properties of duralium is increased by heat treatment process that called by multistage artificial aging process.

The aim of this research were to analyze precipitate distribution, morphology and hardness of duralium due to multistage artificial aging I, II, and III. This research included in experimental research category, by the one-shot case study research  model.

Precipitate distribution on duralium tested by optical microscope, while duralium morphology tested by using Scanning Electron Microscope (SEM).Hardness tested by usingRockwell Hardness Test.

The result of research showed that the most population of precipitate(CuAl2) could be found at duralium in multistage III variation. And the fewest population of precipitate (CuAl2) was be found at duralium inmultistage I variation. Based on duralium morphology observation against multistage artificial aging treatment by using SEM, microstructure of duralium relatively equal (homogeny) at every stage of its variation. Multistage artificial agingon duralium made particle’s size in every stage become smaller with short distance. Hardness value of duralium was increased. The highest hardness value of duralium was duralium which got multistage artificial aging III treatment with 79.66 HRE, while the lowest hardness value was duralium which got multistage artificial aging I treatment with 74.33 HRE. Based on research could be concluded that multistage artificial aging heat treatment influenced the precipitate distribution, morphology, and increasing hardness value of duralium.