SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Pada Baja AISI P20 Akibat Perbedaan Jenis Kampuh Hasil Pengelasan SMAW

Rizky Ashari Pribadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci: kekuatan tarik, struktur mikro, baja AISI P20, pengelasan SMAW

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan struktur mikro baja AISI P20 terhadap jenis kampuh hasil pengelasan SMAW. Selain itu bertujuan untuk membandingkan kekuatan tarik dan struktur mikro terhadap model kampuh V, dengan kampuh K, dan kampuh X.

Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif, sedangkan desain penelitian adalah eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, dimana dari desain tersebut akan diperoleh data berupa angka yang mudah diolah dengan menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Sample yang dipakai pada penelitian ini adalah baja AISI P20 yang dilas menggunakan las SMAW dengan variasi kampuh (kampuh V, kampuh X, kampuh K) dengan posisi down hand (1G).

 

Hasil penelitian ini menghasilkan bahwa struktur mikro dan makro yang terjadi pada baja AISI P20 pada kampuh V spesimen (1,2,3) menunjukan tegangan sisa, pada kampuh K spesimen (1) menunjukkan tegangan sisa, sedangkan spesimen (2,3) menunjukan patah getas, pada kampuh X spesimen (1) menunjukkan tegangan sisa, sedangkan spesimen (2,3) menunjukan patah getas. Jenis kampuh pengelasan memberikan pengaruh yang nyata pada hasil kekuatan tarik, dimana kampuh V menunjukan tegangan sisa tidak terjadinya patah. Hadirnya martensit pada logam induk mempengaruhi kekerasan dan mengurangi keuletan bahan sehingga terjadinya patah getas pada penelitian ini dapat terjadi. Logam baja AISI P20 merupakan baja paduan (alloyed steel) dengan komponen-komponen paduan terdiri dari kadar Karbon (C) 0,26%, Khrom (Cr) 1,25%, Molibden (Mo) 0,60%, Vanadium (V) 0,12%, Mangan (Mn) 1,45%, Nikel (Ni) 1,05%, Sulfur (S)