SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Pelaksanaan Kurikulum Kelas Industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang

daru eko wicaksono

Abstrak


ABSTRAK

 

Wicaksono, Daru Eko. 2017.Implementasi Pelaksanaan Kurikulum Kelas Industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Drs. Basuki, M.Pd.

 

Kata Kunci: Sekolah Menengah Kejuruan, kurikulum industri, kelas industri

Pendidikan kejuruan merupakan program yang strategis dalam hal menyediakan tenaga kerja tingkat menengah.Program ini kurang memberikan daya tarik untuk siswa maupun orang tua siswa secara keseluruhan. Untuk menarik minat sekolah kejuruan perlu membuat kerja sama dengan pihak industri agar lebih memberikan jaminan kerja bagi lulusan SMK. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh SMK adalah dengan melakukan kerjasama dengan industri untuk membuat kurikulum khusus sekolah indstri.Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena dalam penelitian ini peneliti ingin memahami fenomena dari sudut pandang partisipan. Data-data dalam penelitian ini adalah berasal dari semua sumber data yang dapat memberikan informasi tentang obyek yang diteliti yaitu berkenaan dengan implementasi pelaksanaan kurikulum di kelas industri. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan pengumpulan data melalui dokumentasi

Kurikulum yang dipilih oleh sekolah dalam proses penyusunan kurikulum kelas industri yakni kurikulum 2013 (K.13) dan kurikulum yang dipilih oleh industri yakni Kurikulum Astra toyota, keduanya sudah mengacu pada standar nasional. Sehingga dapat dikatakan bahwa persiapan penyusunan kurikulum kelas industri pada program keahlian TKR (Teknik Kendaraan Ringan) Astra Toyota menyiapkan kurikulum untuk proses sinkronisasi kurikulum sudah memenuhi peraturan yang berlaku sesuai Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 tentang kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah.

Pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum industri yang memakai pembelajaran paruh waktu dan bergantian antara kelas XI dan XII karena masih ada kewajiban melaksanakan ujian baik dari pihak sekolah maupun secara nasional.Tahap selanjutnya dari kurikulum industri adalah mengevaluasi pelaksanaan dari kurikulum dikelas industri. Proses evaluasi kurikulum industri ini tentunya melibatkan beberapa pihak yang memang terkait dengan penyusunan dari kurikulum serta pihak yang berwenang dalam pelaksanaan kurikulum industri. Proses evaluasi ini dimaksudkan agar kualitas peserta didik bisa lebih baik dan bermutu.

Faktor pendukung dari kurikulum dikelas industri ini  meliputi pihak sekolah dan pihak DU/DI (Dunia Usaha/Dunia Industri). Faktor pendukung lain adalah prasarana. Hal ini dikarenakan preasarana sarana-prasarana salah satunya berkaitan dengan peralatan praktik. Sedangkan faktor pendukung dari guru juga penting. Peran guru dalam kelas industry ini adalah kemampuan dan pengetahuan guru yang diatas rata-rata karena sering dilakukan pelatihan untuk peningkatan mutu guru. Selain itu faktor pendukung lain adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih lama di industri yang rencananya selama enam bulan.

 

Selain faktor pendukung tentu pelaksanaan kurikulum kelas industri memiliki penghambat yang bisa memberikan dampak kurang baik dalam proses implementasi pelaksanaan kurikulum dikelas industri. Faktor penghambat tersebut salah satunya adalah masih ada miskomunikasi antara guru dalam menjalankan kelas industri. Komunikasi merupakan syarat wajib yang harus dimiliki oleh guru agar apa yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh siswa.