SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Keahlian Siswa dan Objek Prakerin terhadap Motivasi Wirausaha di Teknik Pemesinan SMKN 1 Gempol

Muhammad Roem Rowi

Abstrak


ABSTRAK

 

Rowi, Muhammad Roem. 2017. Hubungan Keahlian Siswa dan Objek Prakerin terhadap Motivasi Wirausaha di Teknik Pemesinan SMKN 1 Gempol. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suwarno, M.Pd., (II) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd.

 

Kata kunci: keahlian siswa, objek prakerin, motivasi wirausaha

Keahlian siswa merupakan kompetensi yang di miliki oleh siswa tentang teknik pemesinan. Keahlian siswa yang tinggi akan meningkatkan motivasi wirausaha yang tinggi pula. Objek prakerin merupakan bentuk yang dapat di indra oleh siswa di dunia industri ataupun usaha, yang termasuk objek prakerin adalah tempat kerja dan jenis pekerjaan. Semakin banyak objek pengalaman yang ditemui serta pengalaman yang didapat akan meningkatkan motivasi wirausaha yang tinggi pula.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keahlian siswa dan objek prakerin, dan untuk mengetahui hubungan keahlian siswa dan objek prakerin secara parsial maupun simultan dengan motivasi wirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden.

Kesimpulan dari hasil penelitian secara parsial ada hubungan yang signifikan keahlian siswa dengan motivasi wirausaha dan secara parsial yang kedua ada hubungan yang signifikan objek prakerin dengan motivasi wirausaha di Teknik Pemesinan SMKN 1 Gempol. Keahlian siswa dan objek prakerin ada hubungan yang signifikan terhadap motivasi wirausaha dan menunjukkan hubungan sebesar 19.7% terhadap motivasi wirausaha, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian.

Saran dalam penelitian ini adalah guru harus lebih memotivasi dan mengarahka siswa untuk meningkatkan skills dan pengalaman, sekolah perlu adanya pengembangan fasilitas yang memadai dalam hal berwirausaha, untuk penelitian lain lebih banyak mengembangkan cakupan masalah yang diteliti.