SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Presipitat Karbida akibat Proses Pengelasan terhadap Ketahanan Korosi Stainless Steel Tipe 316

Ahmadi

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Ahmadi. 2017. Pengaruh Presipitat Karbida akibat Proses Pengelasan terhadap Ketahanan Korosi Stainless Steel Tipe 316. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H, Abdul Qolik,. M.M., M.Pd., (II) Prof. Dr. Ir. H, Djoko Kustono, M.Pd.

 

Kata kunci: SS 316, pengelasan, presipitat karbida, kekerasan, struktur mikro, laju korosi

 

Korosi batas butir disebabkan oleh presipitat karbida, Karbida Cr dapat berpresipitasi pada daerah temperature (500-900) oC. Untuk mengetahui presipitasi karbida perlu dilihat struktur mikronya. Pengamatan struktur mikro dimaksudkan untuk mengetahui bentuk, susunan, dan ukuran butir pada daerah HAZ setelah pengelasan GTAW. Struktur mikro pengelasan ditentukan oleh banyak faktor diantaranya masukan panas, kuat arus, filler, kecepatan las dan laju pendinginan Selain pengamatan struktur mikro, dilakukan uji kekerasan yang dimaksudkan untuk mengetahui kekerasan Stainless Steel Tipe 316 setelah dan sebelum mengalami proses pengelasan. Serta pada penelitian ini dilakukan pengujian laju korosi dimana dilakukan pengkorosian dengan larutan H2SO4.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh variasi arus 100 A,120 A,140 A,dan 160 A terhadap pembentukan presipitat karbida, (2) perubahan tingkat kekerasan dengan variasi arus100A,120A,140A,dan 160 pada daerah HAZ akibat proses pengelasan GTAW Stainless Steel tipe 316,(3) pengaruh variasi arus proses pengelasan GTAW stainless steel tipe 316 terhadap ketahanan korosi.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pada pelaksanaannya penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan suatu perlakuan tertentu tertentu kemudian dilakukan pengamatan secara langsung akibat dari hasil perlakuan tersebut. Untuk pengumpulan data pada penelitian ini yaitu mencatat data hasil penelitian kemudian dicari rerata dari setiap variabel. Hasil dari pengamatan struktur mikro, pada spesimen pengelasan pada variasi 160 A lebih terlihat presipitat karbida pada batas butir. Hasil dari pengujian kekerasan setelah mengalami pengelasan dengan kuat arus 100 A menunjukan angka kekerasan 218,2 HV, 120 A menunjukan angka sebesar 222,4 HV, 140 A menunjukan angka sebesar 233,2 HV, dan 160 A menunjukan angka sebesar 233,4 HV. Pada penggunaan variasi arus pengelasan mempengaruhi hasil kekerasan baja tahan karat. Serta hasil pengujian laju korosi dengan konsentrasi larutan H2SO4 10 M menunjukan bahwa arus pengelasan 160 A memiliki tingkat laju korosi yang lebih besar yaitu 0,00969 ipy,   lalu konsentrasi larutan H2SO4 15 M menunjukan bahwa arus pengelasan 140 A memiliki tingkat laju korosi yang lebih besar yaitu 0,0111 ipy, dan konsentrasi larutan H2SO4 20 M menunjukan bahwa arus pengelasan 160 A memiliki tingkat laju korosi yang lebih besar yaitu 0,012181 ipy. Korosi yang terjadi adalah Pitting Corrosion, Uniform Corrosion, intergranular Corrosion dan Stress Corrosion Cracking.